Tuesday, July 30, 2019

Kopi dan Pasar



Sinar matahari tidak terlalu terlihat. Nyamuk-nyamuk kecil masih berseliweran di mata. Rambutku masih acak-acakan, maklum belum mandi. Dinginnya embun kemarau kering menyelemuti tubuh. Sementara motor bebekku masih saja berlari melawannya. Dibelakang ku ada ibuku yang akan ke pasar. Terjalnya jalan desa masih seperti biasanya, belum ada perubahan. Aku kini mengantarkan ibukku belanja seperti biasanya di pasar pahing Sedayu.

Aku sangat jarang melakukan ini, ngopi di pagi hari di pasar. Kopi setengah pahit itu ternyata enak juga, menyegarkan pikiran yang lagi suntuk dengan urusan uang dan uang. Memang dunia isinya apa cuma itu-itu saja, padahal masih ada urusan yang mulia, namun saya dan orang disekelilingku masih saja itu yang paling utama. Oh, tak tahulah, aku coba untuk merubahnya tetapi masih saja itu menghampiri disetiap urusan.

Kopi telah ku pesan, sambil menunggu ibukku belanja. Rasa pahitnya membuka mata, menembus syaraf-syaraf otakku. Aku pun larut dengan pembicaraan orang di warung kopi itu. Mendengar kan berbagai topik seperti pilihan desa, info berbagai desa, receh-receh tetapi menarik. Meskipun aku tidak begitu memperhatikan nya

Monday, July 29, 2019

Membalik Rezeki





Diantara terjalnya gundukan tanah itu ada seorang wanita tua yang perkasa. Meski terik matahari membakar kulitnya, dia masih bertahan dengan topi bundarnya. Dia membawa tuas kecil yang sangat kuat. Senjata yang ia gunakan untuk mencongkel tanah yang sudah bercelah besar. Satu persatu congkelan gundukan dia lakukan untuk membalik tanah supaya subur. Tubuh kurusnya telah berkeringat deras.
Syukur, ada alat itu yang setia membantunya. Alat itu memang sakti, coba tanpa tuas itu? Apakah dia akan menggunakan tangan kasarnya? Iya, alat itu namanya "linggis". Pesawat sederhana kecil yang aku dulu pernah pelajari di bangku SMP.
Meskipun demikian, upayanya tidak sia-sia. Hampir satu lahan hampir rata dia congkel dengan upaya keras. Hampir 15 hari dia telah lakukan ini. Demi upaya membalik rejeki yang mungkin dia akan nikmati di kemudian hari, meski hanya ratusan ribu, tetapi rasa syukur tetap menjadi pilihan nomor satu. Karena, dengan cara itu dia telah menghidupiku. Terima kasih ibu.

Sunday, October 14, 2018

Pengalaman di Jogya

Saya masih mengingat betul bahwa saya tidak sama sekali berniat untuk tinggal di Jogja. Aku di Jogja memang sangat kebetualan, bagaimana tidak ketika itu ada teman yang ingin mendaftar beasiswa. Teman saya ingin mendaftar ke Jakarta, namun dia ingin ada teman ketika mengurus administrasi pendaftaran. Akhirnya teman saya itu meminta aku untuk mendampinginya dalam mengurus administrasi tersebut. Pada awalnya saya tidak tertarik, wong berpikir untuk ikut mendaftar juga tidak.  Aku hanya memikirkan urusanku. Pada waktu itu saya hanyalah soerang pengajar di Surabaya yang setiap harinya hanya menjadi seorang guru. Pagi berangkat mengajar, sore pun saya mengajar, bahkan malam aku juga mengajar. Bagaimanapun, hidupku dulu dipenuhi dengan anak-anak baik anak SMP, SMA, bahkan juga mahasiswa. Namun nasip tidak dapat diduga, saya sekarang berlabu di Jogja, dimana disini sekarang aku hanya melamun dan memikirkan kapan aku harus kembali ke Surabaya. 

Tuesday, April 24, 2018

Pembelajaran Fisika dengan Software Pembelajaran Terbaru


Belajar fisika akan sangat membosankan bila hanya menampilkan rumus-rumus saja. Perlu bagi seorang guru fisika berinovasi, supaya belajar fisika lebih menyenangkan. Banyak metode dan media pembelajaran yang menarik dapat digunakan salah satunya adalah Lectora Inspring 7. 

Software ini sangat menarik dan mudah digunakan. Tampilan menarik dapat dilihat dari vitur yang disediakan, fitur tersebut berupa tampilan seperti web yang dapat menghubungkan antar slide dengan menu, fitur tentang quizz untuk membuat soal, fitur animasi, fitur karakter, dan masih banyak yang lain. Keunggulan yang lain adalah hasil yang kita desain dapat diuploud ke dalam Moodle atau LMS yang menyediakan Scroom. Lektora sangat mudah digunakan seperti mendesain PowerPoint, karena tampilannya dalam slide. 

Untuk mendapatkan shofwere nya anda dapat medownload link di bawah ini. 

Ambarukmo plaza vs pasar tradisional