Otot merupakan organ tubuh yang menjadi dasar dari gerak (biomekanika). Otot terdiri dari kumpulan serabut-serabut otot (fiber muscle). Serabut otot terdiri dari myofibril, myofibril tersusun dari sacromer yang merupakan kumpulan myofilamen. Myofilamen terdiri dari protein myosin (thick filament) dan actin (thin filament). Protein actin akan menghasilkan troponin dan tropomyosin.
Jenis-jenis otot.
1. Otot Rangka (skeletal muscle)
Otot rangka disebut juga otot lurik atau otot sadar. Disebut ptpt rangka karena otot-otot ini melekat pada rangka/tulang. Otot rangka terdiri dari banyak serabut, intinya terletak di tepi, terdapat garis gelap dan terang yang sangat jelas.
Setiap serabut oto rangka dilapisi sarkolema. Sekitar 15 sampai 30 serabut bergabung dan dilapisi fasiculus dan kemudian dilapisi oleh jaringan ikat perimisum.Setelah itu kumpulan serabut tadi dilapisi oleh jaringan ikat endomisium dan dilapis lagi oleh epimisium.
Dalam otot rangka terdapat pigmen yang disebut mioglobin. Otot rangka memiliki panjang 1-40 mm dan tebalnya sekitar 10-100 mikron. Otot rangka bekerja dalam pengaruh kehendak individu system syaraf kraniospinal. Aksi: kontraksi cepat, berlangsung sebentar.
Contoh otot rangka :
o Otot lidah
o Langit-langit (platinum)
o Pharing
o Ujung esophagus
2. Otot Jantung (cardiac muscle)
Otot jantung terdiri dari beberapa serabut otot yang bercabang dan bersatu dengan serabut disebelahnya anastomosoma atau sinsitium. Hanya ada di jantung.
Mempunyai garis gelap dan terang namun tidak sejelas pada otot rangka. Intinya di tengah (center).Terdapat keping-keping interkalar pada interval-interval tertentu. Pada keping interkalar terdapat jaringan purkinye yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
Innervasi adalah system syaraf otonom, bisa simpatis atau parasimpatis. Peningkatan denyut jantung dipengaruhi syarf simpatis, sedangkan pengurangan denyut jantung dipengaruhi syaraf parasimpatis.
Aksi otot jantung berupa kontraksi otomatis dan ritmis, system kerja kebalikan dari kerja otot polos.
3. Otot Polos
Serat otot polos(tidakberserat), memiliki 1 inti yang berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom(involunter), tedapat di dinding organ-organ berongga dan saluran di dalam tubuh; kontraksinya mengatur aliran darah, gerakan makanan di sel cerna, aliran udara, aliranurin,
terdapatdiorgan dalamtubuh(visceral), Fungsi otot polos adalah mengatur diameter lumen, mengatur distribusi darah, gerakan peristatik, menggerakkan gamet dalam sel reproduksi
Gerak Otot
Kontraksi otot tergantung pada pengikatan ATP dan pergerakkan miosin pada mikrofilamen. Sistem otot disusun oleh sel-sel otot yang mempunyai kemampuan khusus yaitu berkontraksi, kemampuan ini dikarenakan sel otot memiliki komponen aktin dan protein, Elemen-elemen kontraktil pada sel otot adalah miofibril, yaitu struktur silindris, diameter 1 – 2 um; terdiri dari unit-unit kontraktil dsbt sarkomer
Organisasi protein-protein asesori dalam sarkomer
Titin: molekul dari Z line s/d M line, berasosiasi dengan miosin, dan yg tidak berasosiasi bersifat elastis
Nebulin: molekul yg melingkupi aktin
Tropomodulin: menutupi bagian minus end dari aktin
Aktin
Aktin berada di korteks sel (di bawah memabran sel yang membentuk kontraksi alur pembelahan , Mikrofili (juluran-juluran halus mitoplasma memendek, memanjang dan bergerak. Aktin terdiri dari G-aktin (molekul bulat) dan F-aktin (filament halus, hasil polimerisasi)
Kontraksi Otot
Kontraksi otot diawali oleh adanya peningkatan konsentarsi ion Ca2+ sitoplasma yg tiba2, yg dikeluarkan dari retikulum endoplasma. Pada sel otot, protein asesori yg aktivitasnya tergantung oleh ion Ca2+, utk kontraksi otot adalah:
- Tropomiosin, yg berasosiasi dengan mikrofilamen
- Troponin
Mekanisme kontraksi otot
Ca2+ + Troponin à perubahan konformasi
Posisi tropomiosin berubah
Miosin head berikatan dgn mikrofilamen
Otot berkontraksi
Kontraksi otot tergantung oleh 2 proses yg membutuhkan ATP:
- Filamen sliding, oleh ATP-ase pada miosin
- Ca2+ pumping, o/ Ca2+ pump
Model sliding-filament pada proses kontraksi otot
Pemendekan sarkomer menyebabkan otot berkontraksi, yaitu disebabkan o/ miosin sliding sepanjang mikrofilamen, tanpa ada perubahan panjang masing2 filamen.
Friday, January 21, 2011
PERUBAHAN MATERI, PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH

Orang tua mungkin tidak akan tega membiarkan anaknya kelaparan pada saat mereka ditinggal di sekolah, sehingga orang tua membekali anaknya dengan makanan. Akan tetapi tidak semua anak akan mau untuk membawa masakan dari rumah sehingga orang tua lebih praktis untuk memberikan uang saku untuk jajan. Menariknya, makanan jajanan kaki lima menyumbang asupan energi bagi anak sekolah sebanyak 36%, protein 29% dan zat besi 52%. Karena itu dapat dipahami peran penting makanan jajanan kaki lima pada pertumbuhan dan prestasi belajar anak sekolah (Judarwanto, 2007) Akan tetapi, tingkat keamanan pangan jajanan memprihatinkan. Hanya karena persaingan pasar produsen jajanan dengan tega memberikan bahan kimia berbahaya berupa zat aditif seperti pengharum, pewarna, pemanis, penyedap dan pengawet terutama zat yang bernama formalin, Borak dan rhodamin B. Ketidaktahuan produsen atau pun bentuk kesengajaan mengenai penyalahgunaan dan praktek tersebut merupakan faktor utama penyebab masalah keamanan pangan jajanan. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan penyakit akibat pangan pada anak–anak baik secara akut maupun kronis.
Pada jajanan anak Sekolah tentu banyak materi kimia. Termasuk adanya Natrium Benzoat, Sakarin, Siklamat serta cemaran mikroba alin yang turut menymbang penyusun materi jajanan Anak sekolah (JAS).
Batas penggunaan unsure materi jajanan anak sekolah tentu saja harus dikontrol. Sehingga pemerintah menetapkan materi yang berbahaya tapi boleh digunakan sebatas keperluan atau kewajaran (lihat table 1.)
Materi-materi penyusun JAS menurut penelitian yang dilakukan POM RI Proporsi sampel JAS yang memenuhi persyaratan adalah sebesar 50.57% dan sebanyak 49.43% sampel JAS tidak memenuhi persyaratan terhadap satu atau lebih dari beberapa parameter yang diuji. Cemaran mikroba pada bakso paling tinggi, yaitu lebih dari 40% jika dibandingkan dengan cemaran mikroba pada mie ataupun kudapan . Masih terdapat sampel mie dan bakso yang menggunakan formalin dan boraks, yaitu kurang dari 6% untuk penyalahgunaan formalin dan boraks pada sampel mie, sedangkan pada sampel bakso penggunaan formalin kurang dari 3% dan penggunaan boraks kurang dari 8%. (lihat gambar. 3)
Pada umumnya pangan yang diuji tidak menggunakan pengawet (benzoat) yang melebihi batas (< 1%). Warna merah minuman, sirup ataupun es masing–masing sebanyak 20, 7, dan 13% disebabkan oleh penambahan rhodamin B. Penggunaan siklamat yang melebihi batas maksimum pada es lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada minuman merah, sirup, jeli, ataupun agar, yaitu lebih dari 50%. (lihat gambar 2)
jenis pangan yang diuji, lebih dari 39% sampel tidak memenuhi syarat untuk mutu mikrobiologinya, bahkan untuk sampel minuman merah dan es persentase TMS diatas 59%.
Peran serta Pemerintah:
1. Kerjasama program keamanan pangan terpadu JAS yang melibatkan lintas sector antara lain Depdiknas, Depkes, Depdag, Badan Ketahanan Pangan, Badan POM RI beserta jajarannya masing–masing, serta instansi terkait lainnya perlu ditingkatkan.
2. Menyediakan perangkat pelaksanaan peraturan dan pengawasan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), higiene dan sanitasi serta pelarangan penggunaan bahan berbahaya pada pangan perlu lebih ditingkatkan dan disosialisasikan kepada masyarakat.
3. Mengadakan program promosi keamanan pangan jajanan ke sekolah–sekolah
4. Kegiatan monitoring JAS secara terencana dan terus menerus perlu lebih ditingkatkan dengan mencakup daerah yang lebih luas di Indonesia.
5. Melakukan pelatihan – pelatihan terhadap guru, orang tua, penjual pangan, dan siswa
6. Pemberian informasi terhadap kiat–kiat memilih jajanan yang aman (warna, tekstur, lokasi jajanan)
Peran serta guru:
1. Guru berperan dalam mengawasi kantin sekolah melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yaitu mengawasi pangan apa yang dijual, kebersihan kantin, serta memberikan pelatihan bagi petugas kantin.
2. Guru berperan dalam memberikan pengertian dan pengetahuan kepada anak–anak mengenai dampak negatif yang timbul apabila jajan di sembarang tempat.
Peran serta orang tua:
1. Orang tua berperan dalam memberikan pengetahuan dasar kepada anak–anak mengenai dampak negatif atau akibat yang timbul apabila jajan disembarang tempat.
2. Orang tua sebaiknya membekali anak–anaknya dengan makanan rumah yang aman dan layak ketika akan berangkat sekolah, agar tidak jajan sembarangan.
Peran serta penjual pangan:
1. Penjual hanya boleh menggunakan BTP yang diijinkan dan tidak melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan, serta tidak boleh menggunakan pewarna ataupun bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya pada pangan.
2. Penjual wajib memperhatikan kebersihan fasilitas dan tempat penjualan untuk mencegah kontaminasi silang terhadap produk, serta mempraktekkan cara pengolahan pangan yang baik terutama memperhatikan persyaratan higiene dan sanitasi.
Daftar Pustaka:
Judarwanto,Widodo. 2007. PERILAKU MAKAN ANAK SEKOLAH.
_______________, 2007. JAJANAN ANAK SEKOLAH.
MIE INSTAN DAN ANAK KOS-KOSAN

Kalau ada anak kos yang masih sekolah atau kuliah, pasti pernah merasakan tidak punya uang. Cara satu-satunya untuk menghemat adalah mengkonsumsi mie instant. Ini dilakukan karena harga nasi bungkus lebih mahal dari pada harga satu mie instant. Satu nasi bungkus berkisar Rp. 5.000,- sampai 6.000,- sementara harga mie instant eceran berkisar Rp. 1.200,- sampai 1.500,-. Tak heran bila harga ini cukup untuk menunggu kiriman dari orang tua atau menunggu gaji, hampir anak kost dapat mengirit Rp. 3.500,- dikalikan dengan tiga hari dan dikalikan satu minggu dan satu bulan. Selain faktor ekonomis, anak kost memilih mie instant karena instannya, selain mengirit, mie instant juga tidak menyita waktu. Hanya kira-kira hanya 2 menit air mendidih dan 3 menit untuk mie matang, mie siap untuk disantap. Apalagi melihat aktifitas anak yang masih sekolah atau kuliah banyak tugas dari dosen/guru.
Di sisi lain, mie instant belum dianggap makanan penuh karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit. Namun, sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mie instant sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instant memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi.
Karena alasan inilah, anak kost atau pembaca harus mengetahui tentang kandungan yang ada di dalam makanan mie instant:
Bahan-bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan mie instan dibagi menjadi 3 bagian:
a. Bahan Baku Utama (BBU)
- Tepung terigu, yang baik untuk membuat mie adalah tepung terigu dengan kadar proteinnya 11-14 %.
- Tepung tapioca, bahan pengganti terigu, sehingga bisa menurunkan biaya produksi karena harga tapioka lebih murah daripada terigu.
- Air berfungsi untuk membentuk adonan jika dicampur dengan tepung.
- Kansui (Campuran Natrium karbonat dan Kalium karbonat): Fungsinya untuk mempercepat mie cepat matang ketika dikukus.
- Bahan pengenyal seperti guargum, gum arab atau CMC (Carboxyl Methyl Cellulosa) berfungsi untuk membuat mie menjadi kenyal. Pewarna mie instan yang sering digunakan adalah Tartrazine (CI 19140) juga sering digunakan.
b. Bumbu
Bahan penyedap ada yang berasal dari bahan alami seperti bumbu, herba dan minyak esensial, ekstrak tanaman atau hewan, dan oleorisin. Namun, pada saat ini sudah dapat dibuat bahan penyedap sintesis yang merupakan komponen atau zat yang dibuat menyerupai flavour penyedap alami contoh, aroma bawang putih dapat dihasilkan oleh dialil trisulfida. etiap bungkus mie instan terdapat satu sachet bumbu dan beberapa bahan-
bahan pelengkap lainnya. Flavour yang terdapat dalam kantong bumbu mengandung MSG (Mono Sodium Glutamat), garam, gula, bahan-bahan penggurih sperti HVP (Hydrolized Vegetable Protein) dan yeast extract dan lain-lain. HVP merupakan jenis protein yang dihidrolisa dengan asam klorida atau enzim. Bahan penambah rasa atau flavour yang digunakan pada bumbu akan memberi rasa mie seperti ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, berbegu dan sebagainya. (http://www.republika.co.id/berita/23620/Mi_instan)
Flavour yang terdapat dalam kantong bumbu juga mengandung zat pewarna makanan, untuk membuat kaldu atau kuah mie instan menggelitik selera makan konsumen. Zat pewarna yang digunakan adalah zat pewarna yang memiliki mutu food grade dan telah disetujui sebagai zat pewarna yang aman bagi manusia. Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap berupa sosis, suwiran sayur, bawang goreng, cabe kering dan sebagainya. Kecap juga menggunakan flavour, MSG, bahan pengawet natrium benzoat, kaldu tulang untuk menambah kelezatannnya, sementara chili sauce emulsifier untuk menstabilkan campurannya.
Asam benzoat sangat sedikit larut dalam air dingin tetapi larut dalam air panas, dimana ia akan mengkristal setelah didinginkan; asam benzoat larut dalam alkohol dan eter dan jika direaksikan dengan larutan besi (III) klorida akan membentuk endapan besi (III) benzoat basa berwarna jingga kekuningan dari larutan-larutan netral.
c. Pengemas
Selain itu, di dalam mie instant terdapat kandungan pewarna kuning (Tartrazin). Pada mie instant terdapat juga bahan pengawet dan MSG (Mono Sodium Glutamat) yang dapat memicu timbulnya penyakit kanker jika dikonsumsi secara belebihan. Pemenuhan kebutuhan gizi mie instant dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein. Jenis sayuran yang dapat ditambahkan adalah wortel, sawi, tomat, kol, atau tauge. Sumber proteinnya dapat berupa telur, daging, ikan, tempe atau tahu. Kelemahan yang lainnya adalah adanya natrium yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mie instant berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah Natrium Tripolifosfat, Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi (Anonim, 2009).
Kasus yang baru-baru ini terjadi adalah kasus penarikan produk mie instan merek Indomie di Taiwan . Hal ini dilakukan karena Departemen Kesehatan dan badan pengawas makanan di Taiwan menganggap komposisi kandungan methyl p-hydroxybenzoate berlebih.
Padahal Menurut Kepala BPOM Kustantinah, untuk kasus bahan pengawet pada mi instan, guna melindungi kesehatan masyarakat di Indonesia, batas maksimum penggunaan methyl p-hydroxybenzoate dalam kecap adalah 250 mg/kg (http://fokus.vivanews.com). Setiap negara memiliki batas maksimum penggunaan methyl p-hidroxybenzoate yang berbeda. Amerika dan Kanada menerapkan batas maksimum yang diizinkan 1.000mg/kg, sedangkan di Singapura dan Brunei Darusalam 250 mg/kg serta di Hongkong sebesar 550 mg/kg.
Methyl p-hydroxybenzoate memang diperbolehkan untuk digunakan pada produk kosmetik, produk farmasi atau obat serta produk makanan.
1. Penggunaan untuk kosmetik
Selama lebih dari 80 tahun, metil telah digunakan sebagai pengawet dalam industri kosmetik yang sering ditemukan pada pelembab wajah, produk anti-penuaan, pewarna rambut, produk pemutihan kulit, gel cukur, pembersih wajah, spray, shampo dan conditioner, maskara, eye shadow dan alas bedak.
2. Penggunaan untuk farmasi
Dalam industri farmasi, metil telah digunakan untuk melindungi obat sejak 1924. Metil digunakan untuk anti-bakteri seperti pada antibiotik topikal, kortikosteroid dan obat tetes mata. Beberapa antibiotik seperti penggunaan methylparaben pada penisilin mencegah kontaminasi mikroorganisme.
3. Penggunaan untuk makanan
Karena sifatnya yang anti jamur, metil digunakan sebagai penghambat ragi dalam produk makanan. FDA mengatakan produk ini aman digunakan dalam jumlah kecil. Pada makanan metil ditemukan pada berbagai produk susu beku, minyak dan lemak, selai, sirup dan bumbu-bumbu.
Rumus kimia dari Methyl p-hydroxybenzoate C8H8O3 ,
Sedangkan struktur kimianya adalah
Sebagai pengawet makanan, FDA menggolongkan Methylparaben dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, bahan kimia ini bisa dan aman untuk digunakan pada sebagian besar produk makanan. Sebagai pengawet makanan, Methylparaben memiliki keunggulan dibanding pengawet lain yaitu lebih mudah larut air. Oleh karenanya, senyawa ini sering dipakai karena dinilai lebih aman saat terlibat kontak dengan cairan. Kelebihan lainnya, Methylparaben tidak hanya mencegah pertumbuhan bakteri pada makanan instan dan awetan. Lebih dari itu, senyawa ini juga bisa membantu menjaga kestabilan rasa sehingga makanan dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.
Di dalam tubuh, senyawa ini juga relatif aman karena mudah dimetabolisme. Karena mudah diserap, baik melalui saluran pencernaan maupun kulit, senyawa ini juga lebih cepat dikeluarkan dari dalam tubuh. Dalam penggunaan untuk kosmetika, Methylparaben jarang menimbulkan iritasi meski dapat memicu alergi pada sebagian orang. Senyawa ini tergolong senyawa non-toxic, yang tidak beracun sekalipun terserap melalui permukaan kulit maupun pencernaan. Meski ada beberapa penemuan soal bahaya metil namun hingga kini penemuan tersebut belum sepenuhnya diuji. Penelitian Cosmetic Safety Database metil telah dikaitkan dengan kanker, alergi, gangguan endokrin, keracunan atau perubahan tingkat sel. Namun penemuan ini masih harus dibuktikan.
Sementara beberapa penelitian menunjukkan metil dapat bereaksi dengan paparan ultraviolet B sehingga mengakibatkan peningkatan kerusakan DNA dan penuaan kulit. Namun seperti ditegaskan FDA sepanjang jumlah yang dipakai tidak melebihi dosis produk ini cukup aman.
Kesimpulannya bagi anak kost, jangan hawatir mengkonsumsi mie instant. Selama hal itu tidak berlebihan. Hemat itu boleh tapi jangan terlalu pelit dengan kesehatan kita sendiri, bahkan mengobati itu sangat lebih mahal dari pada sekedar irit beberapa ribu. Jadi supaya kita dapat menghemat maka gunakan mie instant dengan tidak secara continuing atau tidak secara terus, paling tidak satu minggu maksimal 2 kali atau tiga kali, selain itu harus ada makanan yang bergizi selain mie.
Daftara Pustaka:
http://apps3.fao.org/jecfa/additive_specs/docs/6/additive-0720.htm 1jan04
http://www.detikhealth.com/read/2010/10/11/120508/1461029/763/apa-itu-zat-pengawet-methyl-p-hydroxybenzoate
http://www.mindfully.org/Food/Additives/Methylparaben.htm
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=150580:bbpom-mie-instan-aman-dikonsumsi&catid=14:medan&Itemid=27
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/10/14/makan-mie-instan-berlebihan-bisa-bikin-usus-bocor
LINGKUNGAN DAN PENCEMARANNYA

A. Lingkungan
Lingkungan adalah kumpulan dari segala sesuatu yang membentuk kondisi dan akan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung baik kepada kehidupan dalam bentuk individual maupun kumunitas pada tempat tertentu. Sedangkan Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perike-hidupan dan kesejahteraan manusia beserta makhluk hidup lainnya (UU No.32 Th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup)
Lingkungan terdiri atas unsur biotik (unsur hayati atau makhluk hidup), Unsur abiotik (unsur fisik atau benda mati), dan unsur sosial budaya. Lingkungan hidup tidak dapat dielakkan dari azas ekologi yang membentuknya.
1. BIOTIK
a) Organisasi ekosistem
Suatu ekosistem pada umumnya dihuni oleh mahluk hidup yang mengelompok sebagai suatu populasi. Berbagai populasi yang bersama-sama menghuni suatu wilayah disebut komunitas. Dalam konsep ekosistem, komponen-komponen lingkungan hidup secara terpadu saling terkait dan tergantung satu dengan lainnya didalam suatu sistem. Pendekatan ini disebut sebagai pendekatan yang holistic
a. Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seekor monyet
Gambar 1. seekor burung merupakan individu
b. Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang, segerombolan semut bergerombol di pohon pada waktu hujan.
Gambar 2. populasi semut di suatu pohon
c. Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain
Gambar 3. Komunitas di suatu padang rumput
d. Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).
Gambar 4. Ekosistem Sungai
b) Sistem produksi, konsumsi dan dekomposisi
Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan daur energi. Produksi primer dari suatu sistem berasal dari proses photosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan berhijau daun dengan pengikatan energi yang berasal dari sinar matahari dalam bentuk karbohidrat
Tumbuhan berhijau daun disebut produsen primer. Dalam proses daur materi dan energi seterusnya produsen primer ini merupakan makanan konsumen primer, atau produsen sekunder atau herbivore yakni hewan pemakan tumbuhan. Selanjutnya konsumsi primer ini dapat menjadi mangsa (prey) dari konsumen sekunder yang dapat pula disebut produsen tersier, predator atau karnivore
Baik produsen primer, sekunder atau predator dapat pula mengalami peruraian perombakan atau dekomposisi menjadi bentuk bahan organik yang lebih sederhana oleh mahluk hidup yang umumnya terdiri atas jasadrenik seperti jamur, bakteri, cacing, dsb
Gambar 5. Hubungan produsen, konsumen dan pengurai
c) Rantai makanan
Rantai makanan menunjukkan hubungan makan memakan dalam sebuah ekosistem. Satu organisme bergantung pada organisme lain yang lebih rendah dalam rantai makanan. Semua organisme yang mengkonsumsi jenis makanan yang sama di dalam rantai makanan berada dalam tahap tropis yang sama. Jadi, tumbuhan (produsen utama) termasuk dalam tahap tropik yang pertama, herbivore (konsumen utama) termasuk dalam tahap tropik kedua, karnivore (konsumen sekunder) yang memakan herbivore termasuk dalam tahap tropik ketiga dan karnivore sekunder (konsumen tersier ), yakni yang memakan karnivore lain, termasuk dalam tingkat tropik keempat. Melalui rantai makanan, energi dalam bentuk makanan berpindah dari organisme-organisme dalam tahap tropik yang terakhir.
Konsep jaring makanan sangat diperlukan untuk memahami pentingnya memelihara keanekaan
Gambar 7. Jaring-jaring makanan
d) Daya dukung dan strategi hidup
Daya dukung lingkungan (carrying capacity) adalah batas teratas dari pertumbuhan suatu populasi, diatas mana jumlah populasi tidak dapat didukung lagi oleh sarana, sumberdaya dan lingkungan yang ada.
- Berdasarkan strategi kehidupannya, ada mahluk yang mempunyai strategi hidup memperhatikan daya dukung lingkungan, dan akan menekan pertumbuhan populasinya apabila jumlahnya sudah mendekati kemampuan daya dukung lingkungannya. Ciri utama mahluk hidup yang demikian adalah yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
- Sebaliknya ada mahluk yang mempunyai strategi hidup tidak mempedulikan batas daya dukung lingkungan, mereka berkembang biak menurut nalurinya, melampaui daya dukung, mengalami bencana kelaparan yang menyebabkan kematian masal, sehingga populasinya terpaksa turun di bawah kemampuan daya dukung lingkungannya. Demikian seterusnya sampai mungkin terjadi stabilitas di bawah batas daya dukung lingkungannya, walaupun stabilitas itu hanya akan terjadi sementara waktu.
2. Unsur Abiotik (Unsur Fisik)
a) Materi
Materi adalah sesuat yang mempunyai massa dan volume. Wujud materi ini ada 3 fase, yaitu fase padat, fase cair dan fase gas. Baru-baru ini ada pembagian selain tiga di atas yang di sebut plasma.
Materi yang ada di bumi bayak sekali, kita coba hubungkan materi yang ada di lapisan atsmosfer.
Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan:
1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan yang paling dekat dengan permukaan bumi. Ciri-ciri lapisan troposfer adalah sebegai berikut:
1. Pada lapisan ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca, seperti: awan, hujan, petir, angin.
2. Semakin tinggi tempatnya, semakin berkurang suhunya.
3. Kurang lebih 80% dari seluruh massa gas terdapat pada lapisan ini.
4. Puncak lapisan troposfer terdapat lapisan peralihan yang di sebut tropopause.
2. Stratosfer
Lapisan diatas troposfer adalah strastosfer dengan ketinggian di daerah ekuator mulai dari 16 km-55 km. Ciri-ciri lapisan stratosfer adalah sebagai berikut:
1. Pada ketinggian diatas 30 km, terbentuk lapisan ozon (O3) adalah lapisan-lapisan yang melindungi troposfer dan permikaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari yang berlebihan (penyaringan sinar radiasi ultraviolet matahari).
2. Pada lapisan ini terjadi invers suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian. Suhu rata-rata mencapai max. sekitar 570C.
3. Terdapat lapisan antara yang di sebut stratopause.
3. Mesosfer
Lapisan ketiga dari selubung atmosfer adalah lapisan mesosfer dengan ketinggian mulai dari 55 km-80 km dari permukaan bumi. Ciri-ciri lapisan mesosfer adalah sebagai beikut:
1. Suhu semakin berkurang pada ketinggian 55 km.
2. Merupakan tempat terbakarnya meteor-meteor hingga terurai dan jatuh ke permukaan bumi.
3. Terdapat lapisan antara yang disebut mesopause, di mana pada lapisan ini terjadi refleksi (pemantulan) gelombang radio dengan ketinggian 50-90 km di atas permukaan bumi yang disebut dengan lapisan D, dipancarkan dari bumi untuk kemudian diterima oleh tempat-tempat lainnya.
4. Thermosfer (Ionosfer)
Lapisan keempat selubung atmosfer disebut lapisan thermosfer (ionosfer) denagn ketonggian mulai dari 80 km-800 km dari permukaan bumi. Ciri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut:
1. Pada lapisan ini terjadi invers suhu sangat tajam akibat penyerapan radiasi sinar X dan ultraviolet yang dipancarkan matahari.
2. Pada ketinggian 90-120 km di atas permukaan bumi, terjadi ionisasi di lapisan E yang disebabkan oleh sinar X dari matahari, terdiri dari nitrogen dan eksgen.
3. Pada lapisan F pada ketinggian 150-300 km lebih terjadi ionisasi karena sinar ultraviolet dari cahaya matahari banyak mengandung ionitrigen.
4. Lapisan ionosfer sangat berguna untuk telekomunikasi karena lapisan ini dapat memantulkan gelombang-gelombang radio yang berfrekuensi lebih tinggi, misalnya gelombang yang dipancarkan oleh stasiun pemancar televisi ke bumi dan diterima keseluruh dunia.
5. Eksosfer atau Dissipasisfer
Lapisan ini berada pada ketinggian 800-1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini terjadi gerakan-gerakan atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari muka bumi. Lapisan ini sering disebut lapisan antar planet dan geostasioner.
Lapisan dan beberapa contoh materi yang dikandungnya
b) Energi
Dalam ekosistem materi akan mengalami daur, yang disebut sebagai daur materi. Sedangkan energi akan mengalami aliran, jadi ada aliran energi. Hukum yang sangat penting dalam daur materi dan aliran energi adalah hukum termodinamika, yaitu :
1. energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, hanya mengalami transformasi. Hal ini yang dikenal dengan hukum kekekalan energi
2. Proses energi tidak pernah spontan, kecuali perombakan dari keadaan pekat menjadi encer. Proses transformasi energi tidak ada yang terjadi dengan 100% efisien
Hukum termodinamika erat hubungannya dengan hukum entropi, yakni semua perubahan yang menghasilkan energi adalah perombakan menjadi bentuk yang lebih sederhana, dan hal itu selalu berlangsung dengan efisiensi yang tidak pernah mencapai seratus persen, oleh karena itu selalu terjadi suatu kelebihan transformasi energi, Inilah yang berbentuk limbah.
Aliran energi merupakan proses ketika energi matahari beralih kedalam bentuk-bentuk lain (seperti panas, kimia, mekanis) dan dialirkan kedalam lingkungan, melalui bermacam-macam organisme di setiap tingkat tropik (dalam rantai makanan, dan akhirnya kembali ke lingkungan). Aliran energi di dalam lingkungan merupakan salah satu komponen fungsional utama yang melindungi ekosistem.
c) Keseimbangan
Ekosistem memiliki kemampuan untuk memelihara sendiri, mengatur sendiri serta mengadakan keseimbangan kembali. Kemampuan seperti ini juga merupakan kemampuan individual dari manusia atau mahluk hidup lainnya. Oleh karena itu dalam sistem kehidupan ada kecenderungan untuk melawan perubahan atau setidaknya ada usaha untuk berada dalam suatu keseimbangan (homeostatis)
d) Kelentingan
Suatu sistem akan memberikan tanggapan terhadap suatu gangguan, baik disengaja maupun tidak, sesuai dengan kelentingan (resilience) yang dimilikinya. Dalam suatu sistem dengan kelentingan yang besar, penyerapan gangguan tidak akan merubah stabilitas sistem itu, artinya sistem yang mengalami gangguan tersebut, tetap merupakan sistem semula. Sebaliknya sistem yang memiliki kelentingan kecil dengan gangguan yang sama besarnya, dapat berubah menjadi suatu sistem baru. Jadi kelentingan sebenarnya merupakan sifat suatu sistem yang memungkinkannya kembali pada stabilitas semula
3. Unsur sosial dan budaya
Unsur sosial adalah: hal- hal yang berkaitan dengan masyarakat. Unsur budaya adalah: keseluruhan system, nilai, atau gagasan tindakan dan kewajiban yang dimiliki manusia untuk menentukan perilaku sebagai makhluk sosial dan dalam kehidupan bermasyarakat yang didapatnya dengan cara belajar. Sedangkan unsur sosal budaya dapat dikembangkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
B. Pencemaran Lingukngan
Pencemaran linkungan adalah terkontaminasinya bagian lingkungan (udara, air dan tanah) oleh polutan sehingga menyebabkan keseimbangan lingkungan terganggu. Polutan merupakan zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
3. Berada di tempat yang tidak tepat.
Sifat polutan adalah :
1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
2. Merusak dalam waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
1. MACAM-MACAM PENCEMARAN LINGKUNGAN.
a) Berdasarkan Tempat terjadinya.
i. Pencemaran Udara, disebabkan oleh :
CO2
Karbon dioksida berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil ( batubara, minyak bumi ), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu.
Meningkatnya kadar CO2 di udara jika tidak segera diubah menjadi oksigen akan mengakibatkan efek rumah kaca.
Gambar 8. gas CO2 yang ditimbulkan Pabrik
CO (Karbon Monoksida)
Proses pembakaran dimesin yang tidak sempurna, akan menghasilkan gas CO. Jika mesin mobil dihidupkan di dalam garasi tertutup, orang yang ada digarasi dapat meninggal akibat menghirup gas CO. Menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot dapat masuk ke dalam mobil, sehingga bisa menyebabkan kematian.
Gambar 9. Karbon monoksida mudah diikat hemoglobin
CFC (Khloro Fluoro Karbon)
Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang karena tidak bereaksi, tidak berbau, dan tidak berasa. CFC banyak digunakan untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (Freon), pendingin pada lemari es, dan hairspray. CFC akan menyebabkan lubang ozon di atmosfer.
Gambar 10. Refrigan yang menggunakan Freon
SO dan SO2
Gas belerang oksida (SO,SO2) di udara dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam, yang disebut hujan asam.
Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, produksi pertanian merosot, besi dan logam mudah berkarat, bangunan-bangunan kuno, seperti candi menjadi cepat aus dan rusak, demikian pula bangunan gedung dan jembatan.
Gambar 11. letusan gunung bromo banyak mengandung SO2
Asap Rokok
Asap rokok bisa menyebabkan batuk kronis, kanker paru-paru, mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Perokok dibedakan menjadi dua yaitu perokok aktif (mereka yang merokok) dan perokok pasif (orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok). Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara, antara lain :
Terganggunya kesehatan manusia, misalnya batuk, bronkhitis, emfisema, dan penyakit pernapasan lainnya.
Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat.
Terganggunya pertumbuhan tanaman, misalnya menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi gas SO2 yang tinggi di udara.
Adanya peristiwa efek rumah kaca yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub.
Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.
ii. Pencemaran Air, disebabkan oleh :
Limbah Pertanian.
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia, orang yang memakannya akan mati. Untuk mencegahnya, upayakan memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradable (dapat terurai secara biologi) dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obat ke sungai. Pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi), karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal ini akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air terhalang dan tidak dapat masuk ke dalam air, sehingga kadar oksigen dan sinar matahari berkurang.
Gambar 12. Penyemprotan Peptisida berlebihan akan menyebabkan pencemaran anah
Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik, aluminium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Pencemar lain bisa berupa pencemar biologi seperti bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan, akibatnya kadar oksigen dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik meningkat, akan ditemukan cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis (bioindikator) parahnya limbah organik dari limbah pemukiman.
Gambaar 13. Sampah rumah tangga
Limbah Industri
Limbah industri berupa polutan organik yang berbau busuk, polutan anorganik yang berbuih dan berwarna, polutan yang mengandung asam belerang berbau busuk, dan polutan berupa cairan panas. Kebocoran tanker minyak dapat menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak ratusan kilometer. Tumpahan minyak mengancam kehidupan ikan, terumbu karang, burung laut, dan organisme laut lainnya untuk mengatasinya, genangan minyak dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.
Penangkapan Ikan Menggunakan racun
Sebagian penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari tumbuhan), potas (racun kimia), atau aliran listrk untuk menangkap ikan. Akibatnya, yang mati tidak hanya ikan tangkapan melainkan juga biota air lainnya.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain :
Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi).
Pendangkalan dasar perairan.
Punahnya biota air, misal ikan, yuyu, udang, dan serangga air.
Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah.
Menjalarnya wabah muntaber.
iii. Pencemaran Tanah, disebabkan oleh :
Sampah organik dan anorganik yang berasal dari limbah rumah tangga, pasar, industri, kegiatan pertanian, peternakan, dan sebagainya.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain :
Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah).
Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan
Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi
b) Berdasarkan Macam Bahan Pencemar
Menurut macam bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjadi berikut ini :
i) Pencemaran kimia : CO2, logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni), bahan radioaktif, pestisida, detergen, minyak, pupuk anorganik.
ii) Pencemaran biologi : mikroorganisme seperti Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella thyposa.
iii) Pencemaran fisik : logam, kaleng, botol, kaca, plastik, karet.
iv) Pencemaran suara : kebisingan ( menyebabkan sulit tidur, tuli, gangguan kejiwaan, penyakit jantung, gangguan janin dalam kandungan, dan stress).
c) Berdasarkan Tingkat Pencemaran
Menurut tingkat pencemarannya, pencemaran dibedakan menjadi sebagai berikut:
1. Pencemaran ringan, yaitu pencemaran yang dimulai menimbulkan gangguan ekosistem lain. Contohnya pencemaran gas kendaraan bermotor.
2. Pencemaran kronis, yaitu pencemaran yang mengakibatkan penyakit kronis. Contohnya pencemaran Minamata di Jepang.
3. Pencemaran akut, yaitu pencemaran yang dapat mematikan seketika. Contohnya pencemaran gas CO dari knalpot yang mematikan orang di dalam mobil tertutup, dan pencemaran radioaktif.
D. PARAMETER PENCEMARAN LINGKUNGAN
Untuk mengukur tingkat pencemaran disuatu tempat digunakan parameter pencemaran. Parameter pencemaran digunakan sebagai indikator (petunjuk) terjadinya pencemaran dan tingkat pencemaran yang telah terjadi.
Paramater Pencemaran, meliputi :
1. Parameter Fisik
Meliputi pengukuran tentang warna, rasa, bau, suhu, kekeruhan, dan radioaktivitas
2. Parameter Kimia
Digunakan untuk mengetahui kadar CO2, pH, keasaman, kadar logam, dan logam berat.
a. Pengukuran pH air
Air sungai dalam kondisi alami yang belum tercemar memiliki rentangan pH 6,5 – 8,5. Karena pencemaran, pH air dapat menjadi lebih rendah dari 6,5 atau lebih tinggi dari 8,5. Bahan-bahan organik organik biasanya menyebabkan kondisi air menjadi lebih asam. Kapur menyebabkan kondisi air menjadi lebih alkali (basa). Jadi, perubahan pH air tergantung kepada bahan pencemarnya.
b. Pengukuran Kadar CO2
Gas CO2 juga dapat larut ke dalam air. Kadar CO2 terlarut sangat dipengaruhi oleh suhu, pH, dan banyaknya organisme yang hidup dalam air. Semakin banyak organisme di dalam air, semakin tinggi kadar karbon dioksida terlarut (kecuali jika di dalam air terdapat tumbuhan air yang berfotosintesis). Kadar gas CO dapat diukur dengan cara titrimetri.
c. Pengukuran Kadar Oksigen Terlarut
Kadar oksigen terlarut dalam air yang alami berkisar 5 – 7 ppm (part per million atau satu per sejuta; 1 ml oksigen yang larut dalam 1 liter air dikatakan memiliki kadar oksigen 1 ppm).
Penurunan kadar oksigen terlarut dapat disebabkan oleh tiga hal :
1. Proses oksidasi (pembokaran) bahan-bahan organik.
2. Proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan bakteri anaerob dari dasar perairan.
3. Proses pernapasan organisme yang hidup di dalam air, terutama pada malam hari.
Parameter kimia yang dilakukan melalui kegiatan pernapasan jasad renik dikenal sebagai parameter biokimia, contohnya adalah pengukuran BOD atau KOB
Pengukuran BOD
Bahan pencemar organik (daun, bangkai, karbohidrat, protein) dapat diuraikan oleh bakteri air. Bakteri memerlukan oksigen untuk mengoksidasikan zat-zat organik tersebut, akibatnya kadar oksigen terlarut di air semakin berkurang. Semakin banyak bahan pencemar organik yang ada diperairan, semakin banyak oksigen yang digunakan, sehingga mengakibatkan semakin kecil kadar oksigen terlarut.
Banyaknya oksigen terlarut yang diperlukan bakteri untuk mengoksidasi bahan organik disebut sebagai Konsumsi Oksigen Biologis (KOB / COD) atau Biological Oksigen Demand, yang biasa disingkat BOD.
Angka BOD ditetapkan dengan menghitung selisih antara oksigen terlarut awal dan oksigen terlarut setelah air sampel disimpan selama 5 hari pada suhu 200C. Karenanya BOD ditulis secara lengkap BOD205 atau BOD5 saja.
Gambar 14. Elektrolisa, untuk mengukur TDS
3. Parameter Biologi
Di alam terdapat hewan-hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme yang peka dan ada pula yang tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu. Organisme yang tahan akan tetap hidup. Siput air dan Planaria merupakan contoh hewan yang peka pencemaran. Sungai yang mengandung siput air dan planaria menunjukkan sungai tersebut belum mangalami pencemaran. Sebaliknya cacing Tubifex (cacing merah) merupakan cacing yang tahan hidup dan bahkan berkembang baik di lingkungan yang kaya bahan organik, meskipun species hewan yang lain telah mati. Ini berarti keberadaan cacing tersebut dapat dijadikan indikator adanya pencemaran zat organik. Organisme yang dapat dijadikan petunjuk pencemaran dikenal sebagai indikator biologis.
E. DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN
1. Punahnya Species
Polutan berbahaya bagi biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengalami keracunan, kemudian mati. Berbagai species hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar, ada pula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampaui, hewan tersebut akan mati.
2. Peledakan Hama
Penggunaan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka . serangga hama akan berkembang tanpa kendali. Penyemprotan dengan insektisida juga dapat mengakibatkan beberapa species serangga menjadi kebal (resisten). Untuk memberantasnya, diperlukan dosis yang lebih tinggi dari biasanya. Akibatnya, pencemaran akan semakin meningkat.
3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan
Punahnya species tertentu dapat mengubah pola interaksi di dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan aliran energi berubah. Akibatnya, keseimbangan lingkungan terganggu. Daur materi dan daur biokimia terganggu.
4. Kesuburan Tanah Berkurang
Penggunaan insektisida dapat mematikan fauna tanah. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah menurun. Penggunaan pupuk terus-menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Untuk mengatasinya,
Hendaknya dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang atau dengan kompos, sistem penanaman berselang-seling (tumpang sari), serta rotasi tanaman. Rotasi tanaman artinya menanam tanaman yang berbeda secara bergantian di lahan yang sama.
5. Keracunan dan Penyakit
Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. Akibat keracunan, orang dapat mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, menyebabkan cacat pada keturunannya bahkan meninggal dunia.
6. Pemekatan Hayati
Bahan pencemar memasuki lingkungan melewati rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Bahan beracun yang dibuang ke perairan dapat meresap ke dalam tubuh alga. Selanjutnya, alga tersebut tersebut dimakan oleh udang kecil Udang kecil dimakan oleh ikan . Jika ikan ini ditangkap manusia kemudian dimakan, bahan pencemar akan masuk ke dalam tubuh manusia.
Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makhluk hidup dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam bahasa inggris dikenal sebagai biomagnification).
7. Terbentuk Lubang Ozon
Terbentuknya lubang ozon merupakan salah satu permasalahan global. Hal ini disebabkan bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain. Gas CFC, misalnya dari Freon dan spray, yang membumbung tinggi dapat mencapai stratosfer. Di stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon ini merupakan pelindung (tameng) bumi dari cahaya ultraviolet. Jika gas CFC mencapai lapisan ozon, akan terjadi reaksi antara CFC dan ozon, sehingga lapisan ozon tersebut “berlubang”.
Gambar 15. Proses terjadinya perubahan ozon menjadi clorin monoksida
8. Efek Rumah Kaca
Permasalahan global lainnya ialah efek rumah kaca. Gas CO2 yang dihasilkan dari proses pembakaran meningkatkan kadar CO2 di atmosfer. Akibatnya, bumi diselimuti gas dan debu-debu pencemar. Kandungan gas CO2 semakin tinggi karena banyak hutan ditebang, sehingga tidak dapat menyerap CO2.
Gambar 16. Proses terjadinya effek rumah kaca
9. Terjadinya Hujan Asam
Tingginya SO2 atau NOx di udara bisa mengakibatkan pengendapan asam (acid deposition) dalam dua cara, Dry Deposition, yaitu pengendapan material halus langsung dari udara dan Wet Deposition, melalui air hujan. Penggunaan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan bahan bakar fosil kendaraan bermotor adalah penyebab utama peningkatan kandungan SO2 dan NOx di udara. Di AS, kira-kira 2/3 SO2 dan 1/4 NOx yang ada di atmosfer berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil, seperti batubara. Air hujan normal mengandung pH 4-5 dan bila lebih kecil dari itu maka sudah masuk dalam kategori hujan asam.
Gambar 17. Hujan asam
F. USAHA-USAHA MENCEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
4. Memperluas gerakan penghijauan.
5. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
7. Membuang sampah pada tempatnya.
8. Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.
Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup
Pelestarian lingkunagn hidup yang dilakukan di Indonesia mengacu pada UU No.23 1997. UU ini berisi tentang rangkaian upaya untuk melindungi kemampuanlingkungan hidup terhadap terhadap tekanan perubahan dan dampak negative yang ditimbulkan suatu kegiatan. Upaya ini dilakukan agar kekayaan sumberdaya alam yang ada dapat berlanjut selama ada kehidupan.
Contoh usaha dari pemerintah yang di gunakan untuk melestarikan lingkungan hidup:
Pelestarian sumberdaya air
Dilakukan dengan cara mencegah pencemaran, penyediaan resapan air, pengamanan pintu- pintu air, dan penghematan air. Program yang lain untuk melestarikan air dari pemerintah adalah program air bersih yang di rencanakan oleh Departemen Kesehatan dan Departemen Kesehatan Umum, program penghijauan di area peresapan air, untuk fungsi estetika dan rekreasi.
Pelestarian sumber daya udara
Dilakukan dengan cara penyaringan terhadap pembuangan gas yang berasal dari pabrik dan sebagainya, penanaman di area pembatas jalan raya dan hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota.
Pelestarian sumberdaya hutan
Pelestarian ini dilakukan dengan cara seperti system tumpang sari pada lahan pertanian, reboisasi, tata guna lahan, dan peraturan tebang pilih tanam Indonesia [ TPTI ].
Pelestarian keanekaragaman hayati
Pelestarian ini dapat berupa pelestarian hutan, varietas tenaman asli dan fauna asli, seperti jenis rojolele, serta tanaman asli bunga melati dan satwa nasional komodo.
Usaha pelestarian ini dapat dilakukan oleh penduduk seperti, penghematan air yang digunakan sehari- hari, pengelompokan sampah menjadi sampah organic dan anorganic, dan penggunaan sumberdaya alam yang tidak dapat di perbaharui sehemat mungkin.
E. Tujuan dan Saran Pembangunan Nasional
Pembangunan berfungsi untuk meningkatkan kwalitas hidup penduduk. Kwalitas hidup dapat diartikan sebagai derajat dipenuhinya kebutuhan dasar yang esensial sehingga kehidupan menjadi lebih baik. Kebutuhan dasar tersebut terdiri atas kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup hayati, kehidupan dalas untuk kelangsungan hidup manusiawi, dan derajad kebebasan untuk memilih.
Agar kebutuhan dasar terpenuhi maka kemampuan lingkungan yang mendukung kehidupan perlu di tingkatkan hal itu dilakukan dengan cara menjaga lingkungan agar tidak rusak. Masih adanya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial, hal itu terjadi karena pembangunan dan hasil- hasilnya, belum dapat dinikmati secar adil. Dalam bidang lingkungan hidup, pembangunan diarahkan untuk meningkatkan fungsi dan kwalitas lingkungan hidup. Dengan demikian, kegiata sosial ekonomi masyarakat dan usaha pemanfaatan sember daya alam berlangsung secara berkelanjutan. Tujuan itu dapat dicapai dengan usaha yaitu kesadaran tentang pentingnya fungsi lingkungan hidup pada semua aspek kehidupan.
Sumber ;
http://www.berpolitik.com/static/myposting/2007/11/myposting_247.html
Ir. Henny Gambiro, M.Si. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
LASER, KOMPONENNYA DAN SEPAK BOLA

Abstrak
Kekalahan Negara Indonesia dalam Piala AFF 2010 leg pertama tidak luput dari penggunaan laser, laser dapat membuat kabur pandangan. Sehingga penulis merasa perlu untuk mengetahui bagimana laser dibuat, bagimana prinsip dari laser. Dengan metode study literature diketahui bahwa laser terbuat dari bahan-bahan kimia padat , yaitu laser ruby dan laser Almunium, lalu laser cair maupun gas helium neon (HeNe), argon dan karbon dioksida (CO2). Laser semikonduktor atau diode meliputi gallium arsenid (GaAs), Argon-Ion, laser karbon dioksidas, Laser karbon monoksida (CO), Laser oksigen iodine, Laser hidrogen fluoride, Laser deuterium fluoride, ArF, KrCl, KrF, XeCl , XeF. Dan prinsip kerja dari laser adalah berpindanya electron dari suatu tingkatan yang menyebabkan electron tereksitasi dan mengalami pancaran cahaya, berupa cahaya monoksida yang warnyanya berbeda-beda.
Kata Kunci: Laser
Kekalahan Indonesia atas Malaysia pada pertandingan sepak bola di leg pertama final Piala AFF 2010 tak luput dari beberapa aspek penyebab. Penyebab utamanya adalah penggunaan laser. Pada saat pertandingan final di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12), para suporter menyalakan sinar laser warna hijau yang mengganggu penglihatan para pemain timnas Indonesia (Media Indonesia: Selasa, 28 Desember 2010).
Gambar 1. Nampak jelas Markus Horizon,
penjaga gawang hidung nampak hijau terkena laser
(Detik Health,Senin 27 Des 2010)
Bambang Widyatmoko, Kepala Puslit Fisika LIPI kepada mediaindonesia.com, menjelaskan, bahwa intensitas sinar laser warna hijau lebih tinggi daripada laser merah. Sinar laser hijau yang berasal dari alat pointer memiliki diameter kecil, sehingga menyilaukan mata. "Diameter berkasan sorotan sinar laser akan membesar pada jarak lebih dari 100 meter. Dan itu berbahaya sekaligus sangat menyilaukan mata," terang Bambang. Ia menambahkan terdapat beberapa jenis laser pointer, di antaranya berwarna hijau dan merah. Bila sinar merah hanya bisa mencapai beberapa meter saja, sinar hijau memiliki kemampuan bisa menjelajah jarak mencapai 30 sampai 50 meter. "Bagaimana dampaknya bagi kesehatan, perlu dilakukan pengukuran seberapa besar daya yang dihasilkan dari sinar laser tersebut," tambah Bambang.
Laser pointer berwarna hijau dan merah mudah didapat di toko buku dalam bentuk bulpen sehingga sulit dideteksi pihak keamanan. Biasanya pointer laser hijau buatan China dijual sekitar Rp150 ribu-Rp500 ribu.
Gambar 2. Salah satu laser bentuk bulpen
Dikutip dari Greenlaserbeam, Senin (27/12/2010), panjang gelombang juga mempengaruhi kekuatan sinar laser. Dengan gelombang yang lebih pendek, laser hijau punya intensitas lebih tinggi sehingga bisa menjangkau jarak yang lebih jauh dengan pada penggunaan daya listrik yang sama. Dengan kelebihan ini, laser hijau banyak digunakan oleh militer untuk operasi tempur di siang hari. Bintik hijau bisa menjangkau jarak yang lebih jauh, sekaligus terlihat lebih jelas meski dalam kondisi cahaya yang terang benderang.
Jika dari jarak jauh, wajah yang terkena laser memang tidak berbahaya tapi ini sungguh mengganggu konsentrasi. Dan umumnya laser yang bisa menempuh jarak jauh adalah laser yang memiliki daya watt tinggi dengan harga yang mahal.
Sementara laser hijau maupun merah yang digunakan pada mainan maupun pointer untuk presentasi umumnya menggunakan daya di bawah 5 mili Watt. Dengan daya sekecil itu, laser hanya akan merusak jika ditembakkan langsung ke mata dalam jangka waktu lama.
Namun jika menggunakan daya di atas 1 Watt, kekuatan laser hijau bisa mencapai 1.000 kali kekuatan radiasi sinar matahari. Kekuatan laser hijau pada daya tersebut sanggup membakar obyek tertentu seperti plastik dan kertas jika ditembakkan dari jarak dekat.
Umumnya daya yang diperbolehkan untuk dipakai pada laser mainan maupun pointer adalah di bawah 5 mili Watt. Laser berkekuatan lebih dari 1 watt cukup berbahaya sehingga untuk memilikinya harus melewati perizinan tertentu
B. Karakteristik Laser
LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) Pembesaran Cahaya oleh Pancaran Sinaran yang Terangsang. Cahaya laser adalah gelombang elektromagnet nampak yang berada di dalam julat tertentuSinar laser tidak seperti sinar biasa dan yang membedakannya adalah sinar laser mempunyai karakteristik monokromatis (yaitu, semua photon memiliki satu panjang gelombang dan satu warna), kolimasi (yaitu, divergen minimal pada sebuah jarak), dan koheren (yaitu, semua photon berjalan pada phase yang sama dan arah yang sama [spatial])
Keuntungan dari sinar monokromatis yaitu absorpsi dapat ditargetkan secara spesifik yang bergantung pada panjang gelombang. Keuntungan dari sinar kolimasi dan koheren yaitu kemampuan untuk memfokuskan sinar pada target yang sangat kecil. Sehingga alat laser dapat didefinisikan sebagai sebuah mesin yang mampu menghasilkan sinar monokromatis, sinar terfokus dimana semua photon berada di dalam phase baik secara spatial dan temporal
C. Komponen Utama dan Prinsip Laser
Tiga komponen dasar alat laser : medium aktif, ruang resonansi dan sumber energi (Kert & Rose, 1989).
Gambar 3. Bagian-bagian laser
Prinsip pembangkit laser menggunakan teori dasar atom. Normalnya semua atom berada pada tingkat energi yang paling rendah. Keadaan tersebut dinamakan ground level. Bila energi luar diabsorpsi oleh atom tersebut, elektron yang mempunyai tingkat energi tertentu menjadi tidak stabil dan akan berubah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Atom tersebut dalam keadaan excited state. Atom yang dalam keadaan excited state ini bersifat sementara dan segera kembali ke ground state dengan melepaskan photon. Kejadian tersebut dinamakan spontaneous emission. Photon adalah energi sinar yang ditransmisikan ke dalam ruang dan mempunyai panjang gelombang tertentu. Photon dari atom yang excited state tadi akan menstimulasi atom excited state yang lain sehingga mengeluarkan photon yang identik dalam hal energi, panjang gelombang dan frekuensi dan berjalan ke arah yang sama dan mempunyai fase yang sama. Kejadian tersebut dinamakan stimulated emission of radiation, yang mendasari terjadinya sinar laser (Imam Subadi dan Sri Mardjiati Mei Wulan, 2000).
Laser merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum Dalam teknologi laser, cahaya yang koheren menunjukkan suatu sumber cahaya yang memancarkan panjang gelombang yang diidentifikasi dari frekuensi yang sama, beda fasa yang konstan dan polarisasinya. Selanjutnya untuk menghasilkan sebuah cahaya yang koheren dari medium lasing adalah dengan mengontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya. Keluaran yang berkelanjutan dari laser dengan amplituda-konstan (dikenal sebagai CW atau gelombang berkelanjutan), atau detak, adalah dengan menggunakan teknik Q-switching, modelocking, atau gain-switching.
Dalam operasi detak, dimana sejumlah daya puncak yang lebih tinggi dapat dicapai. Sebuah medium laser juga dapat berfungsi sebagai penguat optik ketika di-seed dengan cahaya dari sumber lainnya. Sinyal yang diperkuat dapat menjadi sangat mirip dengan sinyal input dalam istilah panjang gelombang, fasa, dan polarisasi; Ini tentunya penting dalam telekomunikasi serat optik.
Sumber cahaya umum, seperti bola lampu incandescent, memancarkan foton hampir ke seluruh arah, biasanya melewati spektrum elektromagnetik dari panjang gelombang yang luas. Sifat koheren sulit ditemui pada sumber cahaya atau incoherens; dimana terjadi beda fasa yang tidak tetap antara foton yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Secara kontras, laser biasanya memancarkan foton dalam cahaya yang sempit, terpolarisasi, sinar koheren mendekati monokromatik, terdiri dari panjang gelombang tunggal atau satu warna.
Beberapa jenis laser, seperti laser dye dan laser vibronik benda-padat (vibronic solid-state lasers) dapat memproduksi cahaya lewat jangka lebar gelombang; properti ini membuat mereka cocok untuk penciptaan detak singkat sangat pendek dari cahaya, dalam jangka femtodetik (10-15 detik). Banyak teori mekanika kuantum dan termodinamika dapat digunakan kepada aksi laser, meskipun nyatanya banyak jenis laser ditemukan dengan cara trial and error.
Gambar.4. Dari kiri ke kanan: sinar gamma, Sinar X, sinar ultraviolet,
spektrum tampak, sinar infrared, gelombang mikro, gelombang radio.
D. KLASIFIKASI LASER
Laser dapat diklasifikasikan menurut medium laser yang digunakan, intensitas energi yang dikeluarkan dari suatu alat dan tingkat keamanan (Imam Subadi dan Sri Mardjiati Mei Wulan, 2000 Low & Reed, 2000).
a. Medium laser
Medium laser yang digunakan untuk pembangkit laser dapat berupa kristal, gas, semikonduktor, zat cair dan bahan kimia.
Laser kristal meliputi laser ruby, laser aluminium. Laser gas meliputi helium neon (HeNe), argon dan karbon dioksida (CO2). Laser semikonduktor atau diode meliputi gallium arsenid (GaAs). Laser cair atau dye laser. Laser kimia biasanya digunakan untuk keperluan militer.
Deret lengkap jenis laser
Spektral output beberapa jenis laser.
Color
Jarak panjang gelombang Jarak frekuensi
merah
~ 625 to 740 nm ~ 480 to 405 THz
kuning bata
~ 590 to 625 nm ~ 510 to 480 THz
kuning
~ 565 to 590 nm ~ 530 to 510 THz
hijau
~ 520 to 565 nm ~ 580 to 530 THz
(cyan) ~ 500 to 520 nm ~ 600 to 580 THz
biru
~ 430 to 500 nm ~ 700 to 600 THz
(violet) ~ 380 to 430 nm ~ 790 to 700 THz
• Laser gas
o HeNe (543 nm and 633 nm)
o Argon-Ion (458 nm, 488 nm or 514.5 nm)
o laser karbon dioksidas (9.6 µm and 10.6 µm) digunakan dalam industri bagi memotong dan mengimpal, mampu sehingga 100 kW
o Laser karbon monoksida, perlu disejukkan, tetapi amat berkuasa, mampu sehingga 500 kW
• Laser kimia
o Laser kimia oksijen iodine (1315 nm)
o Laser hidrogen fluoride (2700-2900 nm)
o Laser deuterium fluoride (3800 nm)
• Laser gas Excimer, menghasilkan cahaya ultra unggu, digunakan dalam pengilangan semikonduktor dan pembedahan mata LASIK; F2 (157 nm), ArF (193 nm), KrCl (222 nm), KrF (248 nm), XeCl (308 nm), XeF (351 nm)
• Laser semikonduktor
o Laser diode menghasilkan panjang gelombang dari 405 nm sehingga 1550 nm. Laser diodes berkuasa rendah digunakan dalam penunjuk laser, pencetak laser, dan pemain CD/DVD. Kebanyakan laser diodes lebih berkuasa biasanya digunakan bagi mengepam secara optik laser lain dengan berkesan. Laser diode skala industri paling berkuasa, dengan kuasa sehingga 10 kW, digunakan dalam pengilangan bagi memotong dan mengimpal.
o Laser semikonduktor ronga-luaran mempunyai medium aktif aktif semi konduktor dalam rongga lebih besar. Peranti ini mampu menghasilkan output berkuasa tinggi dengan kualiti pancaran berkualiti, pancaran sempit lebar garis panjang gelombang-boleh diselaras, atau denyutan laser ultrapendek.
o VCSEL merupakan laser semikonduktor yang mana arah pancaran adalah sudut tegak dengan permukaan wafer. Peranti VCSEL mampu mencapai kualiti pancaran lebih baik berbanding laser diode biasa, dan berpotensi untuk lebih murah bagi dihasilkan. Sungguhpun begitu, teknologi ini sehingga 2005, tidak begitu maju.
o VECSEL adalah rongga-luaran VCSELs.
o Laser jujukan kuantum adalah laser semikonduktor yang mempunyai pindahan aktif antara "sub-gelung" tenaga elektron dalam struktur yang mengandungi beberapa telaga kuantum.
• Laser keadaan pepejal
o Laser YAG bercampur Neodymium (Nd:YAG), merupakan laser berkuasa tinggi beroperasi dalam spektrum infra pada julat 1064nm, digunakan bagi memotong, mengimpal dan menanda logam dan bahan lain yang turut digunakan dalam spektroskopi bagi mengepam laser pewarna. Boleh di ganda frekuensi dari 1064nm kepada 532nm bagi menghasilkan laser hijau.
o Lased idacmpur Ytterbium dengan kristal seperti Yb:YAG, Yb:KGW, Yb:KYW, Yb:SYS, Yb:BOYS, Yb:CaF2, atau kaca dicampur Yb (contoh. gentian); biasanya beroperasi sekitar 1,020-1,050 nm; berpotensi amat-amat berkesan dan berkuasa tinggi disebabkan kecacatan kuantum (quantum defect) kecil; kuasa amat tinggi dalam denyutan ultrapendek boleh dicapai menggunakan Yb:YAG
o Erbium-bercampur YAG, 1645 nm, 2940 nm
o Thulium-bercampur YAG, 2015 nm
o Holmium-bercampur YAG, 2097 nm; laser amat cekap beroperasi dalam spektrum infra, ia mudah diserap oleh tisu membawa air dalam seksion kurang dari ketebalan satu milimeter. Ia biasanya beroperasi dalam mod denyutan, dan melalui peranti bedah gentian optik kepada sendi muncul, menghapuskan kerosakan gigi, melenyapkan barah, dam menghancurkan batu hempedu dan batu karang.
o Titanium-bercampur nilam. laser nilam-Ti, merupakan laser infra amat mudah ditala, digunakan bagi spektroskopi
o Laser gentian bercampur Erbium, jenis laser dibentuk dari gentian optik dibuat khas, yang digunakan sebagap penguat bagi komunikasi optik.
• Pewarna Laser
• Laser Ion percikan logam katod berongga, menghasilkan panjang gelombang ultra ungu gelap, dari mana terdapat dua contoh; Helium-Perak (HeAg) 224 nm dan Neon-Tembaga (NeCu) 248 nm. Laser ini mempunyai lebar garis ayunan sempit khusus yang kurang dari 0.01 cm-1 menjadikannya calon yang sesuai bagi pendarfluor dalam Spektroskopi Raman.
b. Intensitas
Menurut intensitas yang dikeluarkan alat, laser diklasifikasikan menurut high power laser dan low power laser. High power laser yang selanjutnya disebut laser berkekuatan tinggi dan low power laser disebut laser berkekuatan rendah / LLLT.
Gambar 4. Berbagai rentang panjang gelombang laser (William,2004)
c. Tingkat keamanan
Tabel 2.1. Tingkat keamanan laser (Low & Reed, 2000)
Class Power Effect Usage
1 Low None on eye or skin Blackboard pointer
Supermarket barcode reader
2 Low
CW → 1 mV Safe on skin
Eye protected by aversion responses
3A Low - medium (mid)
CW → 5 mV Direct intrabeam viewing with optical aids may be hazardous Therapeutic - physiotherapy models
3B Medium (mid)
CW → 500 mV Direct intrabeam viewing may be hazardous
4 High
CW → 500 mV+ Hazardous to skin and eye Destructive - surgical models
E. KEDALAMAN PENETRASI
Teori Saliba dkk (1998) tentang efek laser langsung dengan tidak langsung pada jaringan. Efek langsung berarti terjadi hanya melalui absorpsi. Efek tidak langsung dijelaskan sebagai pengurangan respon yang terjadi terutama dalam jaringan-jaringan yang lebih dalam, yang dikatalisis oleh energi yang diabsorpsi pada jaringan yang lebih superfisial. Efek langsung yang dihasilkan oleh laser HeNe diperkirakan terjadi dalam 0,5 cm jaringan pertama, sedangkan pada laser GaAs dan GaAlAs diperkirakan terjadi dalam 2 cm pertama. Efek tidak langsung dari laser HeNe diperkirakan terjadi pada kedalaman hingga 1 cm, sedangkan pada laser GaAs dan GaAlAs diperkirakan terjadi pada kedalaman hingga 5 cm (Belanger, 2003; Saliba & Foreman, 1994).
Daftar Pustaka
AN Uyung Pramudiarja, 2010. Laser Hijau Paling Ampuh untuk Mengusik Konsentrasi. Detik Helath. (olnline: Selasa, 28 Desember 2010).
Annisa Indri Lestari, 2010. Sinar Laser Hijau lebih Berbahaya (Online) Selasa, 28 Desember 2010. Media Indonesia.
Desy Kurniawati Tandiyo.2008. Terapi Laser,
William, S.T. 2004. Laser Fundamental. Florida: Cambridge University Press.
Wikipedia, 12 November 2010. Di http://id.wikipedia.org/wiki/Laser
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
"Status pernikahan atau pernikahan sebagai status" kata yang di dalam petik ada dua sisi yang berbeda 1.pernikahan sebagai status ...
-
" A ssalamu'alaikum Wr. Wb. Mas, Sdoyo kluputan Qlo njhenegn ngpuntn ngheh lhir lan bathin . . . MINAL'AIDIN WAL FAIDZIN,... U...
-
Hari ini aku liburan di rumah saja. Aku tidak kemana-mana. Hari ini aku sedih karena ibuku barusan sakit. Kakinya terkilir sehingga lutut...