Friday, November 23, 2012

ANAK DAN POHON yang MALANG


 Anak kecil itu riang gembira bermain dengan pohon apel. Batang pohon itu dipanjat, ranting-rantingnya diayunankan-diayunkan, memakan buahnya, mereka sangat gembira. Suatu hari pohon itu ditinggalkan oleh anak itu setelah berbain-main dengan pohon itu dan tidak kembali lagi.

Suatu saat anak itu tumbuh dewasa, lalu mendatangi pohon itu, pohon itu berkata “ ayo sini ayo bermain seperti dulu panjat batangku , ayun-ayunkan rantingku dan makan buahku” anak itu menjawab “aku sudah tidak seperti dulu, kini aku sudah besar, aku ingin mainan untuk anak dewasa”. Lalu pohon itu menjawab “aku juga tidak punya uang untuk membelikanmu mainan. ya udah, kamu bisa ambil buah-buahku semuanya yang bisa kamu jual untuk membeli mainan, aku rela asal kamu bahagia” lalu anak mengambil semua buah apel sampai  habis lalu anak itu pergi, tak kembali.

Suatu hari dia kembali lagi ke pohon itu, ketika dia sudah berkeluarga. Lalu dia pohon itu mengajak anak itu “ ayo sini ayo bermain seperti dulu panjat batangku , ayun-ayunkan rantingku dan makan buahku” anak itu berkata “ kini aku sudah berkeluarga, aku tidak ada waktu untuk bermain-main dengan mu, maukah kau menolong ku, aku tidak punya rumah untuk keluargaku” lalu pohon itu menjawah “ma’af saya juga tidak punnya rumah, ya sudah, kamu boleh ambil ranting-rantingku untuk membangun rumah mu” lalu anak itu menebangi ranting-ranting, pergi tak kembali lagi.

Lama anak itu tak kembali pohon apel itu sedih, suatu saat dia kembali ke pohon apel itu, pohon apel itu sangat gembira ” aku kangen padamu gimana kabarmu” kata pohon apel itu, lalu anak itu menjawab “aku sudah tua, aku sudah pensiun. Aku ingin berlibur menikmati masa tuaku tapi aku tidak punya perahu untuk berlibur ke pantai itu, apakah kamu bisa memberikan sesuatu sehingga aku bisa berlibur” lalu apel itu menjawab “ aku juga tidak punya perahu, ya sudah kamu boleh potong batang pohonku untuk bisa kamu jadikan sebagai perahu untuk berliburmu” lalu anak itu dengan senang hati memotong batang pohon itu, apel itu pun menangis sedih bercampur bahagia karena telah membahagiakan anak itu. Lalu anak itu tidak kembali sekian lama.

Kemuadian dia sudah tidak kuat lagi, tetapi ia masih menghambiri pohon apel itu meskipun pohon apel itu tinggal akar saja, pohon apel itu gembira anak itu masih mau kembali, lalu apel itu berkata“ aku sudah tidak punya buah yang bisa kamu jual, aku sudah tidak punya ranting untuk rumah lagi, aku juga tidak punya batang untuk perahumu lagi, aku minta ma’af”  anak itu menjawab “aku sudah tidak kuat lagi untuk mengigit buahmu, aku juga sudah tidak perlu rumah untuk keluargaku karena anak-anakku sudah punya rumah sendiri-sendiri, aku juga tidak perlu batang pohonmu, aku hanya ingin beristirahat di akarmu, karena akarmu sangat nyaman untuk aku beristirahat apakah kamu bisa menolongku?” “sini galih akarku aku sangat bahagia bisa menolongmu” kata pohon itu, Akhirnya akar itu di galih dan dibuat sebagai istirahat terahir.

Mungkin kita beranggapan anak itu sangat tega dengan pohon itu, kita tidak merasa bahwa sifat kita selama ini pada ibu kita sama dengan sifat anak itu, karena sifat pohon itu seperti sifat ibu kita. 

Istri ku cantik Hatinya

Istriku itu sholehah selalu bangunin aku saat waktu sholat malam.Dia tawaduk sama suami dia ta'at beribadah, pinter ngaji lagi. Istriku itu memang baik hatinya. Selalu buatin aku sarapan dan teh hangat di pagi hari. Selalu nungguin ku bahkan sampai tengah malam dia selalu teleponku, hampir tiap menit bahkan detik merawat anak-anakku. Membuatkan susu anakku dia membantuku. Bahkan masalah keuangan kamu istriku cantik hatinya karena dia istrik pujaan, istri idaman, cita-cita setiap laki-laki kapan aku punya istri kayak dia???

Gelombang Cinta


Ku kenal gelombang suara, gelombang cahaya, gelombang air laut
Tapi ku tak kenal gelombang ini
Getaranya seolah sinusoida yang naik turun
Dengan amplitodo yang tak tetap
Medium kadang hanya dari mata lalu merambat ke hati
Sangat cepat untuk beresonansi
Loncatan frekuensi dan emisinya
Menghasilkan keindahan yang tak gampang di urai
Gabungan dari getaran hati dan perasaan
Duk dik dak memompa aliran darah
Merasuk dalam naluri
Berusaha menerobos otak dan seolah membekukannya
Rasional dan fikir diprogram ulang oleh dia
Iya memang membuat logika tak berfungsi dan berhenti bekerja
Chip yang terpasang dengan canggihnya 
Tiba-tiba yang muncul hanya dia

Sayang kadang gelombang berinterferensi oleh hawa nafsu,
Dan  intensitasnya begitu tingginya
Tak bisa di hentikan, daya tembusnya tinggi
Begitu kuatnya penetrasinya
Bahkan agama harus membuatnya cinta dan nafsu
Bounding dalam ke halalan
Yaitu dengan ijab dan qobul

Ketika dulisme cinta dan nafsu ini menyatu dalam ridhonya
Maka berkah, rizki, barokah, akan teremiskan
Dahsyat pancarannya bahkan menerangi terowongan gelap kebimbangan
Efek foton dan efek fotolistrik hanyalah kecil diibandingkan dengan
Efek yang dihasilkan oleh putaran spin cinta dan nafsu 
Probalitas yang terjadi 1/2, kalau tidak indah ya bahagia

Kulit-kulit yang melapisi inti cinta yang halal adalah
Kesetiaan, kasih sayang, berbagi, melengkapi, dan banyak lagi
Tingkat energinya tidak akan padam
Putaran orbitalnya tidak akan berhenti bahkan sampai mati
Dunia akan dilalui dengan momen keindahan dan momen kebahagiaan

Oh indahnya ....
Anugrah tiada tara, nano, atau mikro
Mari kita halalkan
Gelombang cinta ini dengan nikah
Karena ini sama dengan mengikuti aturan pauli, aufbau dan hund
Sehingga tiada satu elektron dari gelobang ini yang menempati pada posisi yang salah
Semuanya halal...
Terimakaasih

status pernikahan

"Status pernikahan atau pernikahan sebagai status" kata yang di dalam petik ada dua sisi yang berbeda 1.pernikahan sebagai status yaitu pernikahan yang dilakukan hanya untuk memperoleh status pernikahan. pernikahan ini menjadikan fungsi keluarga tidak dapat berjalan, karena keduanya melakukannya hanya ingin mendapatkan status pernikahan, banyak orang melakukan pernikahan ini, pernikahan ini sering terjadi di kota-kota besar, terutama mereka yang sibuk, waktu mereka hanya untuk mencari uang-uang dan uang, sehingga waktu untuk keluarga tidak ada, keluarga hanya nomor sekian, juga terjadi dikalangan artis. Tapi mengapa orang melakukan pernikahan yang semacam ini?. Hal ini dikarenakan takut dengan olok-olok masyarakat, kalau tidak menikah, dianggap joko lapuk atau perawan tua, pernikahan ini juga dilakuakan supaya orang menganggap dia telah sukses karena telah menikah, atau juga hanya ingin menikah tapi tidak mengganggu karirnya. keluarga yang terjadi pada pernikahan sebagai status tidak berfungsi, mereka sibuk dengan hubungan yang dilakukan hanya jarak jauh, jarang komunikasi, mana yang dipimpin dan mana yang memimpin tidak jelas, tidak ada organisasi keluarga, dan masih banyak lagi (lhat 2), bahkan yang terjadi adalah perceraian. (kadang saya heran mengapa kasih, kebagagiaan keluarga dipinggirkan) apapun alasanya pernikahan yang semacam ini tidak boleh, kalau di agamakan, maka pernikahan ini berhukum haram, karena pasti ada yang tersakiti atau tujuan pernikahan hanya untuk menyakiti. 2. Status Pernikahan Disini penulis pengartikan bahwa status pernikahan adalah pernikahan ini berfungsi. karena tali pernikahan dalam Islam adalah sebuah ikatan yang kokoh yang menjalin pasangan suami istri dalam rangka menggapai jalinan rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang. Allah menyifati hubungan pernikahan itu dengan istilah mitsaqan ghalizhan (tali perjanjian yang kokoh). Seperti yang tersurat dalam firman-Nya (artinya): “Dan mereka (istri-istri) kalian telah mengambil dari kalian sebuah tali perjanjian yang kokoh (mitsaqan ghalizha).” (An Nisaa’: 21) Akad nikah adalah sebuah ikatan perjanjian yang kokoh untuk mewujudkan keluarga yang penuh cinta kasih. Al Qur’an menggambarkan kedekatan hubungan mereka ibarat pakaian dan pemakainya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Para istri itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi mereka.” (Al Baqarah: 187) “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(Ar-Rum: 21) Dua ayat yang mulia di atas menggambarkan keterkaitan antara keduanya, suami akan merasakan kehangatan dan ketenangan dengan istrinya dan demikian pula sang istri merasakan hal yang sama. Disisi lain, pernikahan itu adalah sebuah ibadah yang mulia dan agung. Siapa saja melaksanakan pernikahan di atas takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, insya Allah dia akan meraih tujuan dari pernikahan dan akan semakin sempurna agamanya. Dari sahabat Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seorang hamba telah menikah, sungguh telah sempurna setengah agamanya, maka bertakwalah kepada Allah pada (setengah) yang tersisa.” (HR. At Thabarani dalam Al-Mu’jamul Ausath, dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat Ash Shahihah no. 625) Islam sangat menjaga ikatan yang suci ini agar tidak sampai goncang, apalagi terlepas. Namun dua insan yang masing-masing memiliki watak, tabiat, kepribadian yang berbeda dan ditambah pengaruh luar, kadang terjadi kesenjangan hubungan antara keduanya. Diantara faktor pemicu terbesar problematika rumah tangga adalah kurang saling memahami tugas masing-masing antara suami dan istri. Pada kajian kali ini akan diuraikan tentang peran suami dalam rumah tangga. Mengingat dialah tonggak utama rumah tangga yang sangat berpengaruh bagi baik-buruknya sebuah rumah tangga. Suami adalah Pemimpin Rumah Tangga Wahai para suami, hendaknya kalian sadar, bahwa kalian adalah pemimpin rumah tangga. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) di atas sebagian yang lain (dari kaum wanita) dan disebabkan kaum pria telah membelanjakan sebagian dari harta mereka.” (An Nisa‘: 34) Al-Imam Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas: “(Dengan sebab harta yang mereka belanjakan) berupa mahar, nafkah dan tanggungan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas mereka seperti yang tersebut dalam kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya, maka pria lebih utama dari wanita serta memiliki kelebihan dan keunggulan di atas wanita, sehingga pantas menjadi pemimpin bagi wanita, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (artinya): “Para suami memiliki kelebihan satu tingkatan di atas para istri.” (Al Baqarah: 228) Kemudian Al-Imam Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas: “Para suami memiliki kelebihan satu tingkat di atas para istri yaitu dalam keutamaan, dalam penciptaan, tabiat, kedudukan, keharusan menaati perintahnya (dari si istri selama tidak memerintahkan kepada kemungkaran), dalam memberikan infak/belanja” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada ayat tersebut) Wahai para suami, sadarlah! Engkau adalah pemimpin, nahkoda bahtera rumah tangga. Engkaulah yang mengatur dan mengendalikan istri dan semua anggota rumah tanggamu. Bukanlah sang istri sebagai pemimpin rumah tangga, yang mengatur suami dan yang mengayuh biduk rumah tangga. Engkaulah wahai para suami yang memimpin istri dan membimbingnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih engkau sebagai pemimpin kaum wanita, disebabkan engkau memiliki kelebihan dari berbagai sisi. Sementara kaum wanita memiliki kekurangan dari sisi agama dan akal, karena mereka tidak melaksanakan shalat semasa haidhnya dan karena persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. (Lihat HR Al-Bukhari no.304 dan Muslim no.79) . Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda: “Tidak akan berhasil suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada wanita.” (HR. Al Bukhari no. 4425) Kendati demikian, bukan berarti wanita adalah makhluk yang rendah yang tidak pantas dihargai pendapatnya, ajaklah istri untuk bermusyawarah. Sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala (artinya) “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imron:159) Islam datang justru mengangkat derajat dan martabat kaum wanita setelah sebelumnya di masa jahiliyyah mereka sangat direndahkan. Peranan Suami sebagai Pemimpin Rumah Tangga Sebagai pemimpin rumah tangga, seseorang suami mempunyai kewajiban-kewajiban, diantaranya: Pertama: Kewajiban memberi nafkah bagi keluarga (istri dan anak-anaknya) Seorang suami berkewajiban memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan bagi keluarganya. Seorang suami wajib menafkahi istri dan anak-anaknya, menyediakan tempat tinggal serta mengadakan pakaian untuk mereka sesuai kemampuannya. Hal ini tidak boleh dilalaikan oleh seorang suami. Dia dijadikan sebagai pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya diantaranya karena telah menafkahi mereka. Sebagaiman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (artinya): “Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) di atas sebagian yang lain (dari kaum wanita) dan disebabkan kaum pria telah membelanjakan sebagian dari harta mereka.” (An Nisa‘: 34) Dalam memenuhi kebutuhan keluarga hendaklah seorang suami mencari nafkah dengan cara yang halal agar diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapat pahala karena telah memenuhi kebutuhan keluarganya. Kedua: Kewajiban membina dan mendidik mereka. Wahai suami, jadilah engkau sebagai pembina dan pendidik dalam rumah tanggamu. Engkau bukan hanya bertanggungjawab mencukupi kebutuhan materi rumah tanggamu dari kelayakan tempat tinggal dan kecukupan nafkah atau kebutuhan materi lainnya. Maka dari itu, jangan lupa wahai saudaraku, ingatlah engkau juga bertanggungjawab membina dan mendidik istri dan putra-putrimu, bahkan itu lebih penting dari sekedar mencukupi kebutuhan materi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Jagalah (selamatkanlah) dirimu dan keluargamu dari (dahsyatnya) an naar (api neraka).”(At Tahrim: 6) Al-Imam As-Sa’di rahimahullah dalam tafsir ayat tersebut berkata: “Tidak akan selamat seorang hamba kecuali jika ia telah menunaikan perintah Allah terhadap dirinya dan terhadap siapa saja yang dibawah tanggung jawabnya dari para istri dan putra-putrinya, serta yang lainnya yang dibawah kewenangan dan pengaturannya. (Lihat Tafsir As Sa’di pada ayat tersebut) Engkau sebagai kepala rumah tangga, wajib menjaga dirimu dan keluargamu, istri dan putra-putrimu dari dahsyatnya api jahannam. Dengan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam rumah tanggamu, mengajak mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari kejelekan. Engkau harus berupaya semaksimal mungkin dalam mengondisikan keluargamu untuk menjalankan kewajiban yang Allah perintah kepada mereka. Diantaranya kewajiban shalat, maka kepala rumah tangga harus memerintahkan keluarganya untuk melaksanakannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.” (Thaha: 132) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perintahkan putra-putri kalian untuk menunaikan shalat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak memudharatkan) pada saat berusia sepuluh tahun karena meninggalkan shalat, serta pisahkan ranjang mereka.” (HR. Abu Dawud no. 495, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani) Ketiga: Kewajiban bergaul dengan mereka secara baik Hendaknya seorang suami dalam membina keluarganya dengan cara yang baik, lemah lembut dan penuh kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan yang demikian itu dalam firman-Nya (artinya), “bergaullah dengan mereka secara patut.” Berkata Al-Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat tersebut, “Maniskanlah perkataan kalian terhadap mereka, baguskanlah perbuatan dan penampilan kalian sebagaimana kalian senang jika istri-istri kalian seperti itu, maka berbuatlah engkau untuk dia seperti itu pula.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:”Sesungguhnya tidaklah kelemah-lembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelemah-lembutan itu dicabut darinya melainkan akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim no. 4698) Demikian pula, engkau harus membersihkan rumah tanggamu dari berbagai sarana yang dapat merusak aqidah, akhlak, dan juga sarana yang membuat mereka lalai dari berdzikir kepada Allah. Dunia benar-benar fitnah, telah terbuka lebar-lebar pintu fitnah yang membuat lalai bani Adam. Waktu shalat telah tiba, adzan dikumandangkan, beberapa orang saja yang sudi menjawab panggilan adzan dan mau mengerjakan shalat diawal waktu. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak shalat. Mereka masih asyik ada di mal-mal, warnet-warnet, pasar-pasar atau yang lain. Engkaulah wahai para suami bertanggung jawab terhadap keluargamu, istri dan putra-putrimu. Jika engkau merasa iba keluargamu terlantar dari sisi dunia mereka, seharusnya engkau lebih iba jika keluargamu terlantar di akhirat kelak. Engkau kelak pada hari kiamat akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungan jawab dari yang dipimpin.” (HR. Al Bukhari no. 893 dan Muslim no. 1829, dari shahabat Abdullah bin Umar radiyallahu ‘anhuma) Wahai saudaraku, sabarlah menjadi nahkoda bahtera rumah tanggamu. Ingatlah tali pernikahan adalah sebuah ibadah yang agung, sehingga bangunlah rumah tanggamu di atas takwa. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan sebenar-benar takwa, pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan jalan keluar segala problematika yang dihadapinya. Rumah tangga yang diramaikan dengan amalan shalih, seperti menegakkan shalat, membaca Al Qur’an, memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, meneladani sunnah-sunnah Rasulullah dan selainnya, akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kehidupan yang baik, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan mereka diliputi dengan kebaikan dan kebahagian. “Barangsiapa yang beramal amalan shalih, baik dari laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka Kami akan karuniakan kepadanya kehidupan yang baik.” (An-Nahl: 97) (kutipan di http://kebunhidayah.wordpress.com/2011/03/10/peran-suami-dalam-rumah-tangga) Wallahu a’lam

KOK BISA?

kunikmati asap, ku biarkan asap itu merasuk dalam paruh-paruhku, bercampur dengan darahku, memacu detak jantungku. disekelilingku dia menari-nari menghiburku, tak pedulikan haram atau makruhnya, dia membuatku berpikir, mempertajam inkubasiku. Sambil ku ingat kejadian itu, padahal yang ku pikir hanya" kok bisa?" aku heran bahkan, lalu ku ingat kembali kejadian itu. ketika itu, di sebuah LBB ku menunggu seorang anak yang ingin les. sepintas tidak ada sesuatu yang unik, karena hal itu adalah rutinitasku. ketika itu hujan rintik-rintik membasahi jalan-jalan sekitas LBB itu, sambil menonto TV, ada SMS masuk ke HP buntuk milikku yang tak ada fasilitas apapu kecuali hanya fasilitas telpon, dan sms. ku buka sms itu, lagi-lagi tida yang unik dari SMS itu, berbunyi salam kenal. SMS seperti itu sering terjadi, sehigga aku pun tidak menganggapnya sesuatu yang terlalu harus diperhatikan. ku biarkan saja SMS itu, tapi dari pada hanya menunggu di kesepian itu, aku balas sms itu, ya salam kenal juga. lalu dia SMS balik yang menyatakan bahwa dia kenal aku, dan kau pernah kerumahnya. Aku mulai penasaran ketika dia dapat menyebutkan identitasku, dari mana dia kenal, ku Telpon dia, ku tanyakan dari mana kamu tahu tentang aku, coba buktikan. Dia pun menyebutkan ciri-ciri ku, aku makin penasaran, kamu tinggal dimana? kata dia aku tingga di kota Jakarta, dengan nama yang memang asing di telingaku, kok bisa? dia tahu banyak tentang aku, bahkan katanya aku pernah ke rumahnya. pdahal aku seumur-umur tak pernah main ke Jakarta. lalu ku anggap dia bohong, tapi dia tahu detai tentang aku. Kok Bisa? lalu cerita itu berlanjut. Semenjak itu aku mulai tertarik untuk tahu banyak tentang dia, kejadian ini terjadi sampai sekarang.kejadian ini tidak jauh dari ketika aku menulis cerita ini, aku tak tahu mengapa ini bisa terjadi, bisa-bisanya aku berkenalan dengan orang yang tidak tau wajahnya, tidak tau asal usulnya. Halah ini merupakan sesuatu kebetulan tapi mengapa bisa-bisanya aku menjalin hubungan dengan dia. tapi harapanku hanya satu, semoga saja dia anak yang baik. kalau memang Jodoh mau dikata apa? wong Jodoh kan ditangan tuhan, mengapa aku hawatir? tetapi aku mulai resah ketika dia tidak menghubungi ku lagi setelah hampir satu bulan kita telepon2nan. Entah mengapa dia melakukan itu, tapi yang ku pikir, kok bisa? Rokok ku mulai habis, dan baranya mulai padam, tapi pertanyaan tidak jua pada, itu masih mengganggu pikiran ku. kok bisa? ku SMS tidak balas, ku tlpn tapi jawabnnya hanya sepintas aku sibuk-aku sibuk. ku hanya berpikir, aku tidak akan mengganggu kesibukkannya dan ku takkan lagi telepon dia, sampai dia yang menelpon ku. Teman-temanku yang membaca ini, kejadian ini hanya karangan ku saja, karena ku memang suntuk, ingin nulis tapi ndak tau nulis apa. Aku karang tulisan ini hanya ingin membuang suntukku, kok bisa? mengapa aku menulis ini juga ndak tau untuk apa bagi pembaca.... ma'af kalau sudah memuat kalaian membaca. Wah mulutku mulai kering, ingin menyambung batang putih yang katanya banyak mengandung nikotin itu, tapi ku cari dimana? wong sebatang itu dari teman ku...

Cemburu

Nyata, tidak mengada-ada; alami, tidak membuat-buat; jujur, katakan apa adanya Apakah kamu masih suka padanya? kalau iya, tinggalkan aku jangan duakan aku dengan nya. Dalam cinta yang terduakan pasti ada cemburu yang tak teringkarkan.Perlu ditanyakan Cintanya, bila pasangannya menduakknya tetapi dia tidak cemburu. Sifat itu adalah mansiawi. Bukan hanya cinta manusia dengan manusia tapi juga cinta hamba kepada tuhanya. Allah melarang hambanya untuk menduakan DIA dan Allah cemburu apabila ada hambanya yang menduakan DIA فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui (QS: Al-Baqarah 2:22) حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً “Hak Allah atas hambaNya bahwa mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun” (Muttafaqun ‘alaihi) ومَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ “Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan hanya mengikhlaskan diin untuk-Nya”. (Al-Bayyinah: 5) يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ “Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13) سئل صلى الله عليه وسلم أي الذنب أعظم قال : أن تدعو لله ندّاً وهو خلقك Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang dosa apa yang paling besar. Beliau bersabda: “Engkau membuat sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu”. (HR. Muslim) Syirik merupakan bentuk menduakan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang syirik berarti mencintai sesuatu yang lain selain Allah dengan intensitas yang sama besar. Dia percaya dengan sesuatu yang lain sama seperti sifat Allah. Sehingga Allah cemburu ketika hambanya mencintai sesuatu yang lain tadi. Sifat cemburu itu wajar, sepanjang dia yang dicintai benar-benar menduakan diri Anda. Cemburu berlebihan itu kurang bagus, karena membuat Anda resah dan membuat pasangan Anda tidak nyaman. Orang yang ceburu berlebihan akan selalu curiga, negatif thinking, dan sering melarang pasangannya berhubungan dengan yang lain. Jika Anda menjumpai pasangan Anda menduakan diri Anda, yang perlu adanda lakukan adalah 1. Pastika apakah pasangan benar, benar menduakan Anda 2. kalau benar, Anda tanyakan apa dia masih cinda dengan diri Anda. 3. kalau dia masih cinta, suruh memilih antara dia dengan Anda. jika tidak berarti Anda tidak beruntung berhubungan dengan dia 4. Apapun keputusannya, terima dengan iklas, anggap bahwa diri Anda akan mendapatkan yang lebih baik dari dia Wallahu 'alam Terimakasih telah membaca catatan kecil saya. Tentunya catatan ini masih sangat kurang sehingga perlu saran dan kritik. " pesan ku kepada seseorang yang spesial: kalau telah mencintai seseorang, sudah tinggalkan masalalumu yang dulu (Ndak usah nyimpen fotonya di dompet buang saja, ndak usah menceritakan berulang2, jangan membuat dia cembur). Foskus pada seseorangyang kamu cintai sekarang. kalaupun kamu masih mencintai dia yang dulu, maka jujurlah, terus teranglah putuskan salah satu. sehingga sakit itu tidak terlalu lama."

Masalah

Kalau aku merokok jangan anggap aku punya masalah, mungkin rokok yang membuatku bermasalah, karena aku bisa kangker, serangan jantung, impotensi, dll. Bisa saja aku tidak bermasalah, tapi orang lain yang punya masalah, tapi maslahnya ku pikirkan akhirnya aku merokok. aku tegaskan bahwa setiap maslahku tidak harus ku lampiaskan dengan rokok. Emmm .... entahlah yang jelas masalah itu pasti ada, masak setiap aku punya masalah apakah aku harus merokok? udah tak jawab tadi, tidak.. tidak... dan tidak Kata dosen ku masalah itu ada gap antara harapan dan kenyataan. dosenku memang tidak mengada-ada tapi memang, kalau orang punya harapan pasti punya masalah, ada saja hambatannya, ya inilah, ya itulah.... lama-lama ya sudahlah, gitu aja kok repot, memang repot itu ya gitu-gitu saja. Wes..wes.. langsung saja ke intinya. jadi aku hari ini merokok, habis kira-kira 5 batang, itu karena di bungkus rokokku hanya ada lima batang, coba kalau ada 12 batang pasti habis 12 batang. kali ini, merokokku memang karena ada masalah, dan aku cuma berpikir bagaimana tenang sebentar, untuk merenung dan berpikir, think...think... Aku bukan memikirkan masalah orang tapi bener2 maslah pribadi ku, sangat pribadi sekali, sampai-sampai saking pribadinya aku harus berpikir 3 kali untuk menulis ini. jangan bilang siapa-siapa ya ... kalau udah membaca tulisan ini. tolng sekali ya... aku menulis ini karena temanku hanya yang mau membaca tulisan ini. dan senganggur-nganngurnya orang ya sempet membaca tulisanku ini. Jadi maslahnya adalah aku punya cewek, ceweknya cantiiik sekali, tapi aku tak tau dia suka aku apa tidak, kayaknya sih dia suka ma aku... hehehe (menghibur diri). cewek itu berasal dari jakarta, jauh sekali disana, orang kota gitu. ya masalahnya itu aku di gresik tapi dia di kota itu.. jauh sekali... aku udah pernah ketemuan sekali ma dia, tapi bener-bener cantik memang, wah jadi minder ni, dia orang kota, aku orang desa... bagaimana bisa matuk?? dia cantik sementara aku ya seperti yang ada di samping pojok itu kiri itu. dia kaya sementara aku miskin gitu. dia sholehah sementara aku ya ... jam segini saja belum tidur (tau sendiri kan kalau malem di warnet ngapain gitu???...dia itu pinter segala sesuatu sementara aku pinternya hanya itu2 saja... katanya agama kan dibialang cari jodoh itu harus kuffu (selefel) dalam hal: 1. Pintar (sama pinternya) 2. Rupawan (sama rupawawannya) 3. Kaya (sama kekayaannya) 4. Beriman (sama sholeh sholehanya) wah kayaknya ndak semua.... hahahaha lagian ada juga surat dalam Al Qur'an kalau gak salah di Surat An Nur ayat 26 yang mengatakan ”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” wah kayaknya masalahnya sangat runyam. jadi ini mungkin yang di katakan dosen METPEN ku itu benar. antara harapan dan kenyataannya gak matuk. wah... wah... masak aku harus cari wanita yang bodoh, jelek rupanya, miskin dan nakal (tidak shlehah) wah... wah... jadi runyam ini bener-bener masalah. Kapan juga aku bisa pintar? kapan aku bisa ganteng (mimpi?), kapan aku bisa kaya (kerja dong! aku masih nganngur), kapan aku bisa sholeh...? PR yang tak mudah. Hahahaha... ya aku hanya bisa berdo'a buat kalian Semoga kalian yang membaca adalah empat-empatnya baik, sehingga dapat mendapatkan yang baik.. Amin

Komitment sebelum menikah

Kasus 1: Seorang suami tidak tau posisi; dia masih jelalatan dengan wanita, tidak memberi nafkah, tak sadar dia adalah pemimpin di keluarganya. kasus 2: Seorang istri tak tau posisi:, kemana-mana dia pergi tanpa izin; keputusan keluarga diambil sendiri bahkan keputusan masih ditangan orang tua, tidak melayani suami, minta hak emansipasi wanita. kasus 3: mertua tau tau posisi: mengatur-mengatur urusan keluarga anaknya, memaksakan keputusannya harus diterapkan dalam keluarga anaknya. Sebelum seorang memutuskan untuk berkeluarga, mereka berdua harus membangun komitmen tentang kehidupan yang akan datang. Ketika awal mula kehidupan seseorang berumah tangga dimulai dengan ijab-kabui, maka komitmen keduanya harus dijaga. Komitmen harus disepakati mereka berdua sebelum ijab kabul. komitmen ini dapat ditagih apabila diantara mereka berdua ada yang melakukan pelanggaran terhadap komitmen. Ketika seorang suami tidak sadar bahwa dirinya sudah beristri, lalu bersikap seperti seorang yang belum beristri, akan jadi masalah. Dia juga punya mertua, itupun harus menjadi bagian yang harus disadari oleh seorang suami. Setahun, dua tahun kalau ALLOH mengijinkan akan punya anak, yang berarti bertambah lagi status sebagai bapak. Ke mertua jadi anak, ke istri jadi suami, ke anak jadi bapak. Bayangkan begitu banyak status yang disandang yang kalau tidak tahu ilmunya justru status ini akan membawamudharat. Karenanya menikah itu tidak semudah yang diduga, pernikahan yang tanpa ilmu berarti segera bersiaplah untuk mengarungi aneka derita. Kenapa ada orang yang stress dalam rumah tangganya? Hal ini terjadi karena ilmunya tidak memadai dengan masalah yang dihadapinya. Begitu juga bagi wanita yang menikah, ia akan jadi seorang istri. Tentusaja tidak bisa sembarangan kalau sudah menjadi istri, karena memang sudah ada ikatan tersendiri. Status juga bertambah, jadi anak dari mertua, ketika punya anak jadi ibu. Demikianlah, ALLOH telah menyetingnya sedemikian rupa, sehingga suami dan istri, keduanya mempunyai peran yang berbeda-beda. Tidak bisa menuntut emansipasi, karena memang tidak perlu ada emansipasi, yang diperlukan adalah saling melengkapi. Seperti halnya sebuah bangunan yang menjulang tinggi, ternyata dapat berdiri kokoh karena adanya prinsip saling melengkapi. Ada semen, bata, pasir, beton, kayu, dan bahan-bahan bangunan lainnya lalu bergabung dengan tepat sesuai posisi dan proporsinya sehingga kokohlah bangunan itu. Sebuah rumah tangga juga demikian, jika suami tidak tahu posisi, tidak tahu hak dan kewajiban, begitu juga istri tidak tahu posisi, anak tidak tahu posisi, mertua tidak tahu posisi, maka akan seperti bangunan yang tidak diatur komposisi bahan-bahan pembangunnya, ia akan segera ambruk tidak karu-karuan. Begitu juga jika mertua tidak pandai-pandai jaga diri, misal dengan mengintervensi langsung pada manajemen rumah tangga anak, maka sang mertua sebenarnya tengah mengaduk-aduk rumah tangga anaknya sendiri. Seorang suami juga harus sadar bahwa ia pemimpin dalam rumah tangga. ALLOH SWT berfirman, "Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita, karena ALLOH telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka…" (Q.S. An-Nissa [4]: 34). Dan seorang pemimpin hanya akan jadi pemimpin jika ada yang dipimpin. Artinya, jangan merasa lebih dari yang dipimpin. Seperti halnya presiden tidak usah sombong kepada rakyatnya, karena kalau tidak ada rakyat lalu mengaku jadi presiden, bisa dianggap orang gila. Makanya, presiden jangan merendahkan rakyat, karena dengan adanya rakyat dia jadi presiden. Sama halnya dengan kasus orang yang menghina tukang jahit, padahal bajunya sendiri dijahit, "Hmm, tukang jahit itu pegawai rendahan". Coba kalau bajunya tidak dijahitkan oleh tukang jahit, tentu dia akan kerepotan menutup auratnya. Dia dihormati karena bajunya diselesaikan tukang jahit. Lain lagi dengan yang menghina tukang sepatu, "Ah, dia mah cuma tukang sepatu". Sambil dia kemana-mana bergaya memakai sepatu. Tidak layak seorang pemimpin merasa lebih dari yang dipimpin, karena status pemimpin itu ada jikalau ada yang dipimpin. Misalkan, istrinya bergelar master lulusan luar negeri sedangkan suaminya lulusan SMU, dalam hal kepemimpinan rumah tangga tetap tidak bisa jadi berbalik dengan istri menjadi pemimpin keluarga. Dalam kasus lain, misalkan, di kantornya istri jadi atasan, suami kebetulan stafnya, saat di rumah beda urusannya. Seorang suami tetaplah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Oleh karena itu, bagi para suami jangan sampai kehilangan kewajiban sebagai suami. Suami adalah tulang punggung keluarga, seumpama pilot bagi pesawat terbang, nakhoda bagi kapal laut, masinis bagi kereta api, sopir bagi angkutan kota, atau sais bagi sebuah delman. Demikianlah suami adalah seorang pemimpin bagi keluarganya. Sebagai seorang pemimpin harus berpikir bagaimananih mengatur bahtera rumah tangga ini mampu berkelok-kelok dalam mengarungi badai gelombang agar bisa mendarat bersama semua awak kapal lain untuk menepi di pantai harapan, suatu tempat di akhirat nanti, yaitu surga. Karenanya seorang suami harus tahu ilmu bagaimana mengarungi badai, ombak, relung, dan pusaran air, supaya selamat tiba di pantai harapan. Tidak ada salahnya ketika akan menikah kita merenung sejenak, "Saya ini sudah punya kemampuan atau belum untuk menyelamatkan anak dan istri dalam mengarungi bahtera kehidupan sehingga bisa kembali ke pantai pulang nanti?!". Karena menikah bukan hanya masalah mampu cari uang, walau ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting. Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat, tapi ternyata tidak shalat, sungguh sangat merugi. Ingatlah karena kalau sekedar cari uang, harap tahu saja bahwa garong juga tujuannya cuma cari uang, lalu apa bedanya dengan garong?! Hanya beda cara saja, tapi kalau cita-citanya sama, apa bedanya? Buat kita cari nafkah itu termasuk dalam proses mengendalikan bahtera. Tiada lain supaya makanan yang jadi keringat statusnya halal, supaya baju yang dipakai statusnya halal, atau agar kalau beli buku juga dari rijki yang statusnya halal. Hati-hatilah, walaupun di kantong terlihat banyak uang, tetap harus pintar-pintar mengendalikan penggunaannya, jangan sampai asal main comot. Seperti halnya ketika mancing ikan di tengah lautan, walaupun nampak banyak ikan, tetap harus hati-hati, siapa tahu yang nyangkut dipancing ikan hiu yang justru bisa mengunyah kita, atau nampak manis gemulai tapi ternyata ikan duyung. Ketika ijab kabul, seorang suami harusnya bertekad, "Saya harus mampu memimpin rumah tangga ini mengarungi episode hidup yang sebentar di dunia agar seluruh anggota awak kapal dan penumpang bisa selamat sampai tujuan akhir, yaitu surga". Bahkan jikalau dalam kapal ikut penumpang lain, misalkan ada pembantu, ponakan, atau yang lainnya, maka sebagai pemimpin tugasnya sama juga, yaitu harus membawa mereka ke tujuan akhir yang sama, yaitu surga. ALLOH Azza wa Jalla mengingatkan kita dalam sabdanya, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…" (Q.S.At Tahriim [66]:6). Kepada pembantu jangan hanya mampu nyuruh kerja saja, karena kalau saja dulu lahirnya ALLOH tukarkan, majikan lahir dari orang tua pembantu, dan pembantu lahir dari orang tua majikan, maka si majikan yang justru sekarang lagi ngepel. Pembantu adalah titipan ALLOH, kita harus mendidiknya dengan baik, kita sejahterakan lahir batinnya, kita tambah ilmunya, mudah-mudahan orang tuanya bantu-bantu di kita, anaknya bisa lebih tinggi pendidikannya, dan yang terpenting lagi lebih tinggi akhlaknya. Inilah pemimpin ideal, yaitu pemimpin yang bersungguh-sungguh mau memajukan setiap orang yang dipimpinnya. Siapapun orangnya didorong agar menjadi lebih maju Ma'af belum di edit (Bersambung)

Doa untuk mu

Sebenarnya aku ingin menangis, sanyang aku ini laki-laki. Tapi tiba-tiba air mata itu jatuh dengan sendirinya. Entah kenapa air mata yang ku tahan akhirnya keluar juga, ku biarkan mengaliri dipipih dan melewati mulutku dan jadilah air itu menetes membasahi baju koko ku itu. Ku hanya memohon sambil menengada kepada Tuhan sehabis munajatku. “Ya Allah betapa engkau dzat yang Maha Rohman dan Rohim, Engkau lahirkan anak yang sholehah patuh pada orang tua, berbakti pada orang tua. Bahkan bukan hanya itu, dia rela untuk tidak bernafas menikmati udara bebas, menikmati foya-foya dunia modern, bahkan dia harus berpuasa tertawa hanya untuk menafkahi adik-adiknya itu. Ya Allah maha Rohman dan Rohim Sayangi dia dibalik kasarnya jeruji kerjanya Bahagiakanlah dia dibalik sedihnya hati Jadikan dia berbuka, dibalik puasanya Ya Allah maha Rohman dan Rohim Tertegun hati ini, melihat kenyataan ini Menembus gunung kesediahan Naiknya puncak gunung prihatin Hisapan nafas tersendat-sendat Aku tak kuat membanyangkan semua ini Aku tak rela dengan deritanya itu semua Ya Allah maha Rohman dan Rohim Dia terlalu baik bagiku Dia dewasa, aku masih ingusan Dia pekerja, aku masih bermain Dia menafkahi keluarga, aku menghabiskan uang keluarga Dambatkan hatinya dengan orang yang benar-benar mampu membantunya Kalau memang diri ini, jadikanlah diri ini mampu Aku tidak bisa jawab apa-apa, kalau memang dia kecuali iya Terimakasih ya Allah Amin…

Sakit Hati

Banyak orang sakit, bahkan menurut survei saya hampir kurang lebih 99% umat manusia di bumi ini telah mengalami sakiti. Dari 99% tadi ada 19% dapat terobati sementara 80% tidak dapat diobati. Ini kenyataan bahkan survei saya ini sudah saya kurang-kurangi, asalanya adalah 95% ini tidak dapat terobati tapi tak turunkan menjadi 80 % biar bisa lebih akurat. Penyakit ini bukan penyakit HIV AIDS atau penyakit flu burung, tetapi penyakit ini adalah penyakit hati. Macam-macam arti penyakit hati manusia : 1. Iri HatiIri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran. 2. DengkiDengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini. 3. Hasut / Hasud / ProvokasiHasud adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar amarah / marah orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama. 4. FitnahFitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa bukti yang kuat. 5. Buruk SangkaBuruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas. 6. Khianat / HianatHianat adalah sikap tidak bertanggungjawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari. (sumber:http://organisasi.org/macam_jenis_penyakit_hati_sifat_buruk_iri_hati_dengki_hasut_fitnah_buruk_sangka_dan_khianat_definisi_pengertian) Penyakit hati hampir dimiliki oleh setiap orang, dan anehnya penyakit ini sulit untuk bisa disembuhkan bahkan oleh sekelas dokter yang menyandang profesor sekalipun.Penyakit ini hanya bisa disembuhkan oleh dokter yang sekelas ulama'. Sayang nya sekarang ini ulama juga terkena penyakit ini. kalau terserang penyakit ini maka efeknya adalah menular. Jadi banyak-banyaklah kita mohon ampun pada Allah dan banyak-banyaklah minta ma'af pada manusia, dan obat yang paling mujarap untuk penyakit ini adalah membaca kalimat Lailahaillallah.... dengan tujuan ingat pada Allah sehingga kita tidak mudah untuk terkena penyakit ini. Mudah2 kita terhindar dari penyakit ini, kalaupun yang terkena mudah2han Allah menunjukkan jalan yang lurus minadhulumaati ilan nur.... Wallahu a'lam

Kasar

Komedi dunia terus berputar, entah sampai kapan lawakan akan terus dimainkan. solah-olah harus membuat semua orang tertawa. gembira ria seria-rianya, bersorak se-sorak-soraknya, gemuruh tepuk mengiringi antusias penonton. Tidak ada sedih dan ceria, dikala susahpun harus ceria. Hiburan-hiburan itu benar-benar membuat tertawa. Akan tetapi apakah tertawamu belum puas, melihat rakyatmu kelaparan, apakah tertawamu belum puas melihat pendidikanmu jatuh serendah-rendahnya. bahkan engkau buat Ekonomimu mencekit leher mereka. Mana pikiranmu, mana otak mu, mana hatimu. apakah sudah engkau buang di selokan got yang tidak mengalir itu. apakah sudah membusuk di tengah lalat syetan yang menggerogotinya. Tertawalah sepuah tertawa kambing yang baru saja menyodorkan kelaminnya ke kambing betinanya. tertawalah sepuas Anjing yang mengencingi bungah. Emosi ku memang meluap-luap, kemarahanku bah api membara. Apakah aku juga sama seperti mereka. gembira di atas derita? Tuhan ma'afkan hambamu yang penuh dosa, bahkan lautan yang engkau buat tiada kan cukup menampung dosa itu. Aku melihat kekejaman dunia begitu parah, bahkan parahnya lebih parah dari syetan yang mengajaknya. mengapa aklak manusia tiada terkira rusaknya. sampai-sampai malaikat berunjuk rasa, ketika manusia diutus memimpin dunia, bukankah manusia akan merusak dunia? Ya Allah Tuhanku yang maha kasih,,,, kasihanilah kami manusia-manusia hina yang sebenarnya pantas masuk neraka, tapi dengan rahmatmu ya Allah kami mohon selamatkan dari Api neraka yang begitu mengerikan tiada terkira, ma'afkalah Ya Allah,,, ma'afkanlah ya Allah ..... Astahgfirullah----Astahgfirullah

Merayu

Keindahan yang kau nampakkan hanyalah fatamorgana Dawai yang kau mainkan merdu nan elok hanyalah bisikan-bisikan yang membias Begitu indah engkau memainkan dawai dengan frekuensi yang serma sama akankah aku harus menari-nari mengikuti iramanya sedangkan kiamat sudah pasti dekatnya Ahhh... itu sangat indah, coba lihat wajahnya, bodinya mulusnya mantab coy.... ayo rangkul dia.... ayo peluk dia.... kamu bisa tidur di atas harta... menyururh-nyuruh seenak mu ayo raih diah... apa pun harus kamu lakukan untuk meraih itu semua... termasuk harus membunuh naluri manusiamu... Ayo... ayo... TIDAKKKKKK..... Sekali lagi tidak Aku tidak mau, meski aku mau aku tidak setuju, meski setuju aku tidak senang, meski itu menyenangkan

Stress dg Fisika; karakter Iklas dan Qona’ah

Anda pasti pernah mengalami stress, dipresi, atau banyak tekanan! Memang benar hidup tidak lepas dari masalah sehingga manusia sering mengalami stress. Stress terjadi karena harapan yang sangat diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Sebagai contoh Anda sangat menginginkan nilai 100, tetapi nilai Anda masih 20 tentu akan sangat stress atau contoh yang ini, Anda sangat cinta dengan seseorang tetapi seseorang itu tidak cinta Anda, wah yang ini pasti sangat stress. Perlu diperhatikan GILA itu akibat dari stress yang berlebihan. Stress harus dicegah sedini munkin sebelum menjadi GILA. Jika kejadia ini menimpa Anda jangan hawatir ada solusinya (bukan promosi), salah satu solusi dengan Fisika. Masih ingat dengan Tekanan? Tekanan didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada suatu bidang per satuan luas bidang itu. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut: P = F/A Dengan P = Tekanan N/m2, F = Gaya tekan (N), dan A = Luas bidang tekan (m2). Rumus di atas bukan mengajak Anda tambah stress, tapi memberikan solusi bagi yang sedang atau mau stress. Perhatikan rumus di atas! Tekanan (P) besar apabila gaya (F) besar dan sebaliknya, tekanan kecil bila gaya kecil. Dalam kehidupan gaya adalah tuntutan atau dorongan untuk mendapatkan sesuatu. Jika di dalam hati kita ada terdorong yang besar untuk mendapatkan sesuatu berarti kita telah memperbesar gaya yang berarti pula memperbesar peluang terjadinya tekanan (stress). Dorongan ini bepotensi besar apabila bersifat kedunyaan. Orang yang suka dunia (Harta, tahta, dan cinta buta terhadap wanita) pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Jadi solusi pertama untuk meminimalisir stress adalah tidak terlalu suka dengan dunia. Sepeti dalam Al Qur’an telah dinyatakan; Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau saja kamu tahu yang sebenarnya’. Apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?’. (Q.S Al-Mu’minun: 112-115) Kemudian dari rumus yang sama di atas dapat kita perinci lagi. Tekanan besar (P) apabila luas penampang (A) kecil atau sebaliknya Tekanan kecil apabila luas penampang besar. Dalam kehidupan yang dimaksud dengan luas penampang adalah lapang dada kita menerima sesuatu (Qonaah). Semakin besar rasa kita untuk menerima segala yang diberikan Allah ke pada kita, semakin kecil pula potensi terjadinya tekanan. Aplikasi: Anda mendapat nilai 20 yang seharusnya 100, maka solusinya; pertama perkecil dorongan suka dengan keduniaan, seperti alasan Allah memberikan nilai ini supaya aku lebih giat belajar atau nilai bukan segala-galanya tetapi usaha ku harus lebih maksimal. Yang kedua, bersifat melapangkan dada seperti alasan, aku mendapatkan nilai 20 bukan karena Engkau benci aku, tapi aku tahu bahwa Engkau beri ini karena engkau menyuruhku lebih giat belajar. Anda suka dengan cewek cantik itu, ternyata setelah anda nyatakan ditolak, maka solusinya bukan gantung diri atau nyebur di kali. Dengan ilmu Fisika lakukan dua hal, Pertama memperkecil dorongan memiliki cewek tadi, dengan alasan seperti, masih banyak cewek yang lebih baik dari dia. Ke-dua, perbesar lapang dada dengan alasan seperti, memang dia bukan jodohku, Allah akan memberikan yang lebih baik dari dia. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa tekanan dapat diatasi dengan ilmu fisika, yaitu memperkecil gaya atau dorongan suka terhadap keduniaan dan yang kedua adalah menerima dengan lapang dada apa yang telah diberikan Allah kepada kita.

Gak Jelas

Kutuliskan sepucuk kata-kata yang tidak memberikan arti Tidak usah dibaca ataupun dimengerti Karena ini hanya curahan hati, yang juga serba tidak pasti Liku-liku dunia yang semakin lama, semakin tidak dinikmati Membuat suatu pemahaman yang tidak bisa ku ta’ati Apakah memang aku sudah salah atau mati hati Semakin ku melangkah semakin banyak yang ku tidak fahami Kadang ku tertawa sendiri, kadang pula ku menangis tanpa henti Tertawa karena, kupahami engkau telah memiliki Sedih karena mengapa aku masih menyendiri Seakan ini permainan yang tidak akan berhenti Selalu diri ini yang terluka dan peri Bukan diri ini menyalahkan mu karena nasib yang tidak memihak kami Tapi kenapa tidak Engkau nampakan yang ku cari Ya Allah yang maha suci Ampuni semua dosa yang telah terjadi Maupun yang akan ku lalui Hambamu yang nista ini hanya bisa membasahi pipi Lemah dan tak berpeketi Aku memohon kepadaMU semoga dia bahagia dan diri ini terhindar dari iri dan dengki Karena aku tahu bahwa diri ini hanya bisa berkata dan berjanji tanpa bukti Yang hanya bisa berkata tanpa bisa mewujudkan impi HIHIIHIHIHI….. Hanya iseng dan terimakasi

kegagalan

Meski ada gagal dalam beberapa usaha, tetapi bukan selalu gagal artinya ada gagal pasti ada sukses, tapi memang kadang kegagalan sekarang membuat hidup serasa semua telah gagal. Sikap seperti itulah yang disebut dengan pesimis. Kegagalan yang dialami bukan merupakan ketidak mampuan selamanya, artinya kegagalan yang dialami harus diulang dan dicoba lagi-dan lagi. Memang manusiawi kalau orang gagal itu akan ada kehilangan motivasi, tetapi dengan adanya kesadaran diri, bahwa gagal bukan hal yang dialami selamanya, maka orang akan mencoba demi ingin mencapai kemungkinan sukses.Gunakan gagal sebagai motivasi untuk memacu diri menjadi lebih baik. Sama halnya dengan anak yang beru berusia 1 thn, pasti dia akan mencoba untuk berdiri dapat berjalan, tetapi tidak kegagalan yang iya rasakan untuk berdiri bahkan berjalan hanya karena belum waktunya untuk dapat sukses untuk berdiri dan berjalan, tetapi dia akan terus mencoba berdiri meskipun keberhasilanya menunggu cukup umur. Kegagalan yang ditanggapi dengan rasa pesimis akan menjadikan kita tidak mau mengambil resiko lagi. memang ketika memacu motivasi kita dari kegagalan membutuhkan kepayahan yang lebih. Semisal kita gagal dalam ujian toelf sudah 6 kali apakah kita akan melanjutkannya?Semakin banyak kegagalan rasa pesimis semakin besar dan saya yakin disitu pasti ada rasa ingin tidak ikut lagi, tapi apa boleh buat padahal lulus toelf menjadi syarat kelulusan. Dari pada menghindar lebih baik kita ikut les disamping kita mengejar supaya kita lulus toelf juga menjadikan kita lebih bisa berbahasa inggris, tapi itu memerlukan waktu yang luar biasa menyiksa. ada perasaan apakah memang saya itu ditakdirkan tidak bisa berbahasa ingris, bahkan di hubung-hubungkan dengan kegagalan yang lain. Kegagalan yang diberikan kepada kita hendaklah kita konsultasikan kepada orang-orang yang ahli dalam rangka mencari solusi dan perbaikan, seolah sekolah. ketika seorang anak tidak mencapai kreteria minimal suatu nilai mata pelajaran tertentu maka dia harus mengikuti program remidi. Ini adalah upaya perbaikan yang akan menjadikan kita menjadi lebih baik. Disamping itu solusi lain adalah curahkan itu kepada Allah lewat doa-doa, sehingga kita merasa lega.

Berpikir

Memakai kaca mata, rambut gundul bagian depan, dan disampingnya berjajar buku-buku besar. Gambaran itu bukan lah profesor, tapi aku yang lagi mengerjakan tulisan akhir yang tak kunjung selesai. Hampir tiap hari utak-atik kata demi kata, kalimat-demi kalimat jadilah kumat, artinya kumat ini adalah kambuh gila dan stress ku. Berpikir-ku berpikir, apa guna semua ini. ku coba menuliskan guna mengapa aku harus melakukan ini: 1. melatih pintar menulis 2. melatih ketekuanan 3. melatih jadi orang kantoran yang hanya duduk-duduk 4. melatih mata kuat di depan laptop 5. melatih sabar 6. melatih tidur di atas meja 7. melatih duduk yang lama 8. melatih mengkoreksi 9. melatih berpikir Mungkin masih banyak lagi, tapi tidak saya teruskan karena belum terpikirkan. Itulah pekerjaan ku sekarang ini, diahapan laptopku yang mungil, yang kecil, yang kuat seharian, yang setia ini. Kadang bete sering menghampiri, karena yang dikerjakan sama ragamnya yaitu mengetik dan mencari referensi. Pikiran bete itu datang tanpa permisi, dia mewarnai hidup ini. Untung ada dia kalau tidak sudah jadi batu karena lamanya bertapa dalam tahta kursi didepan laptop. Bete itu menjadikan aku malas mekerja. Bete itu datang rutin kadang sejam sekali, kadang sehari bahkan yang parah itu bulan kemari sampai 1 bulan penuh bete'. Bete ini tidak selalu menguntungkan kalau lama-lama ya bisa tidak selesai pekerjaan yang unik ini. Bete ini akan aku musnahkan dengan obat anti bete' dengan cara telepone teman terutama teman cewek... hahaha... bukan kadang tidur, tapi yang paling sering main facebook seperti sekarang ini. Oh ya harus sesuai judul "Berpikir". Kembali lagi ke berikir. Pikir-pikir saya harus segera menyelesaikan tugas akhir ini, kalau dipikir kalau tidak segera diselesaikan maka kerjaanku cuma bertapa??? aku cuma ingin bekerja untuk membahagiakan ibu bapak yang sekarang sudah tua berumur 60 an. wah sangat tua untuk mereka mencari nafkah sendiri. Pikir-pikir lagi ini kagak mungkin selesai dalam dua bulan, sementara aku harus bahagiakan ibu dan bapak. kalau dipikir perlu siasat jitu selesaikan dengan cara cepat, lewat jalan alternatif yang tentunya resikonya besar. Jalan alternatif itu bukan ke dukun lho, tapi jalan alternatif itu adalah membujuk dosen saya supaya cepet tanda tangan revisian, trus ambil data ujian, revisi lagi trus wisudah deh.... enak ya ngomongnya. Kongkrit saja, yang harus aku lakukan sekarang adalah KERJAKAN-KERJAKAN untuk selesai... jangan menunggu sempurna, karena sesempurna apapun yang saya ketik, pasti akan ada revisi dari dosen, jadi kalau aku simpulkan dengan rumus: SEMPURNA + LAMA = REVISI ASAL TAPI NYAMBUNG + CEPAT = REVISI Kalau dipikir-pikir hasilnya sama saja. Aku ingin cepat pasti resikonya adalah ASAL TAPI NYAMBUNG. OKE.... Akan ku laksanakan ASAL TAPI NYAMBUNG + CEPAT = REVISI..... AYOOOOOOOOOO ANAS... you can reach your goal....

sabar

Kenapa yang ku tulis ku hapus dan ku hapus lagi? sebelum kata-kata ini jadi yang seperti pembaca lihat, sudah puluhan kata sebelunya yang ku hapus. Yang pasti karena kata-kata itu tidak pantas untuk dibaca. Kata-kata itu berisi tentang keraguan dan su'uddhon ku kepada taqdir Allah. Ketegaranku untuk mempertahankan iman itu telah diuji dalam bingkai yang disebut su'udhon. Trus Aku ingat lagi tentang ayat ini: ”Apakah mereka mengira tidak akan datang ujian kepada mereka setelah mereka mengatakan ‘saya telah beriman’.” Trus aku ingat ayat ini Bersama kesulitan, ada kemudahan. Dan bersama kesulitan ada kemudahan.” Keraguan ku bermuala ketika ku berdo'a agar keinginanku dikabulkan, sementara disisi lain perasangkaku memastikan dulu bahwa itu tidak akan dikabulkan. Bahkan sempat ku punya pikiran pasti Allah tidak akan mengabulkan perminta'an yang satu ini. buktinya dari dulu aku berdo'a yang sama tidak juga dikabulkan. Kemudian ku ingat ayat ini; Boleh jadi engkau tidak menyukai apa yang Allah putuskan kepadamu, padahal itu yang terbaik bagimu. Dan Apa-apa yang menurutmu baik, belum tentu yang terbaik di mata Allah.” Lalu akhirnya aku memutuskan untuk tetap berdo'a yang seperti biasanya ku berdoa, karena berdo'a sendiri bentuk iktiar batin selain iktiar dhohir. lalu ku ingat Ayat ini “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” Selain beroa dan berusaha mesti aku harus melakukan sepeti yang ada di surat ini “... kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” lalu yang terahir aku mesti sesuai dengan ayat ini “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku sabar”

Ikhlas

(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهٗ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهٖ. (رواه احمد واصحاب السنن "Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah , akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu" (HR.Ahmad dan Ash-habus Sunan) Hadis ini sering diceramahkan oleh ustadz-ustadz di masjid-masjid, begitu pula diucapakan ustadz tadi pagi ketika aku selesai sholat shubuh. Meski mata sayup-sayup, mulut menguap-uap, dan kepala solah mengangguk-ngangguk, dipojok masjid itu aku tetap mendengarkan dengan cermat. Judul ceramah itu adalah "ikhlas". kalau saya bawa bulpen kali itu, maka yang saya garis bawai pada ceramah itu adalah اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا (iman dan mengharap ridha Allah ) karena romadhon adalah Big Sale, tetapi harus dibeli dengan alat tukar yang bernama IKHLAS. Banyak keutamaan dari bulan ramadhon, terutama keutamaan terbesar diampuni dosa-dosa terdahulu manakala dilakukan dengan ikhlas. Ahlak berupa ikhlas adalah ruhnya amal. Ceramah kali itu membahas perumpamaan-perumpamaan amal ibadah tanpa keikhlasan, sepeti manusia tanpa ruh akan jadi apa? manusia tanpa ruh maka akan membusuk (mayat), tidak memberi manfaat, tidak dapat bergerak, dll. Berapapun ibadah yang dikerjakan tanpa ke ikhlasan maka tidak memberikan manfaat. Senada dengan perumpamaan itu seperti yang di katakan Imam Ghazali "Semua manusia akan rusak, kecuali orang yang berilmu. orang yang berilmu pun akan rusak, kecuali orang yang beramal. orang yang beramal pun akan rusak kecuali orang yang ikhlas". Aku punya cerita tentang keiklasan ini " ada seseorang beribadah, seluruh waktunya habis untuk ibadah.. ketika di akhirat ternyata dia dimasukkan di neraka, sontak orang itu protes sama Allah... Mengapa aku dimasukkan neraka?... lalu Allah memberikan pertanyaan kepada oarang itu " apakah karena amal ibadahmu orang masuk surga? iya kata orang itu, ditanyai lagi apakah karena amal ibadahmu orang masuk surga? iya .. sampai tiga kali, semudia Allah menyuruh malaikan mencongkel matanya dan ditimbang dengan amal ibadahnya ternyata mengejutkan ... amalnya tak bisa mengalahkan beratnya mata". Artinya bukan amal itu yang menyebabkan dia masuk surga tetapi rohimnya Allah kepada hambanya. Jadi, ketika kita melakukan amal, seharusnya bukan bertujuan mencari surga tetapi semata-mata mencari ridho Allah. Begitu Pula di bulan yang penuh berkah ini, marilah kita tingkatkan iman dan menjalankan ibadah semata-mata bukan karena romadhonnya tetapi semata-mata karena Allah. Salah satu indikator keiklasan ini adalah ketika bulan ramadhon memperbanyak qiyamullail, maka setalah ramadhan seharusnya paling tidak tetap qiyamulllail. pada waktu bulan ramadhan memperbanyak membaca Al Qur'an, seharusnya setelah bulan ramadhan tetap memperbanyak membca Al Qur'an. Mari kita sama-sama meningkatkan kualitas niat kita, kualitas iman kita semata-mata mengharap ridho Allah. Wallahu 'alam bissowab
" لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ (Tiada daya dan upaya kecuali pertolongan Allah)". Kata itulah yang menjadikan manusia seharusnya menghitung antara usahanya dan pertolongan Allah. Kadang orang yang baru mulai merencanakan lupa bahwa لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ, lebih mengandalkan pikiran sendiri dan mengalahkan adanya Allah. Sehingga pesimis itu muncul sebelum dilakuakan, pesimis dapat mengsilkan modal, sulit mengembalikan utang, sulit sukses karena hambaatannya lebih besar, dan masih banyak lagi dan berahir dengan kesimpulan sulit untuk dilakukan sehingga batal untuk memulai. kadang orang yang berproses lupa bahwa لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ, lebih mengandalkan pikirannya sendiri dan mengalahkan adanya Allah. Sehingga yang terjadi lebih banyak goyah, lebih banyak tidak istiqomah, bingung dengan ide, bingung dengan apa yang harus dikerjakan, dan melupakan bahwa proses itu membutuhkan kebersamaan, lupa bahwa Allah ada bersamanya bahkan lebih dekat dari ujung nadinya. Kadang orang yang sudah berusaha kemudian sukses dengan memepunyai sekian rumah dan puluhan mobil lupa bahwa لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ, sehingga lupa pula kewajibannya, lupa sholatnya, lupa zakatnya, lupa untuk mensyukuri apa yang diberikan Allah kepadanya. Menghitung Allah selalu harus dipertimbangkan karena hanya dengan cara itulah nantinya manusia akan bersyukur, lebih banyak bertawakal dan berdo'a. Jadi ingatlah selalu dimana Anda berada bahwa لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.... Wallahu alam

Ambarukmo plaza vs pasar tradisional