Friday, November 23, 2012

Merayu

Keindahan yang kau nampakkan hanyalah fatamorgana Dawai yang kau mainkan merdu nan elok hanyalah bisikan-bisikan yang membias Begitu indah engkau memainkan dawai dengan frekuensi yang serma sama akankah aku harus menari-nari mengikuti iramanya sedangkan kiamat sudah pasti dekatnya Ahhh... itu sangat indah, coba lihat wajahnya, bodinya mulusnya mantab coy.... ayo rangkul dia.... ayo peluk dia.... kamu bisa tidur di atas harta... menyururh-nyuruh seenak mu ayo raih diah... apa pun harus kamu lakukan untuk meraih itu semua... termasuk harus membunuh naluri manusiamu... Ayo... ayo... TIDAKKKKKK..... Sekali lagi tidak Aku tidak mau, meski aku mau aku tidak setuju, meski setuju aku tidak senang, meski itu menyenangkan

No comments:

Post a Comment

Ambarukmo plaza vs pasar tradisional