Friday, November 23, 2012

Kasar

Komedi dunia terus berputar, entah sampai kapan lawakan akan terus dimainkan. solah-olah harus membuat semua orang tertawa. gembira ria seria-rianya, bersorak se-sorak-soraknya, gemuruh tepuk mengiringi antusias penonton. Tidak ada sedih dan ceria, dikala susahpun harus ceria. Hiburan-hiburan itu benar-benar membuat tertawa. Akan tetapi apakah tertawamu belum puas, melihat rakyatmu kelaparan, apakah tertawamu belum puas melihat pendidikanmu jatuh serendah-rendahnya. bahkan engkau buat Ekonomimu mencekit leher mereka. Mana pikiranmu, mana otak mu, mana hatimu. apakah sudah engkau buang di selokan got yang tidak mengalir itu. apakah sudah membusuk di tengah lalat syetan yang menggerogotinya. Tertawalah sepuah tertawa kambing yang baru saja menyodorkan kelaminnya ke kambing betinanya. tertawalah sepuas Anjing yang mengencingi bungah. Emosi ku memang meluap-luap, kemarahanku bah api membara. Apakah aku juga sama seperti mereka. gembira di atas derita? Tuhan ma'afkan hambamu yang penuh dosa, bahkan lautan yang engkau buat tiada kan cukup menampung dosa itu. Aku melihat kekejaman dunia begitu parah, bahkan parahnya lebih parah dari syetan yang mengajaknya. mengapa aklak manusia tiada terkira rusaknya. sampai-sampai malaikat berunjuk rasa, ketika manusia diutus memimpin dunia, bukankah manusia akan merusak dunia? Ya Allah Tuhanku yang maha kasih,,,, kasihanilah kami manusia-manusia hina yang sebenarnya pantas masuk neraka, tapi dengan rahmatmu ya Allah kami mohon selamatkan dari Api neraka yang begitu mengerikan tiada terkira, ma'afkalah Ya Allah,,, ma'afkanlah ya Allah ..... Astahgfirullah----Astahgfirullah

No comments:

Post a Comment

Ambarukmo plaza vs pasar tradisional