Friday, November 23, 2012

Doa untuk mu

Sebenarnya aku ingin menangis, sanyang aku ini laki-laki. Tapi tiba-tiba air mata itu jatuh dengan sendirinya. Entah kenapa air mata yang ku tahan akhirnya keluar juga, ku biarkan mengaliri dipipih dan melewati mulutku dan jadilah air itu menetes membasahi baju koko ku itu. Ku hanya memohon sambil menengada kepada Tuhan sehabis munajatku. “Ya Allah betapa engkau dzat yang Maha Rohman dan Rohim, Engkau lahirkan anak yang sholehah patuh pada orang tua, berbakti pada orang tua. Bahkan bukan hanya itu, dia rela untuk tidak bernafas menikmati udara bebas, menikmati foya-foya dunia modern, bahkan dia harus berpuasa tertawa hanya untuk menafkahi adik-adiknya itu. Ya Allah maha Rohman dan Rohim Sayangi dia dibalik kasarnya jeruji kerjanya Bahagiakanlah dia dibalik sedihnya hati Jadikan dia berbuka, dibalik puasanya Ya Allah maha Rohman dan Rohim Tertegun hati ini, melihat kenyataan ini Menembus gunung kesediahan Naiknya puncak gunung prihatin Hisapan nafas tersendat-sendat Aku tak kuat membanyangkan semua ini Aku tak rela dengan deritanya itu semua Ya Allah maha Rohman dan Rohim Dia terlalu baik bagiku Dia dewasa, aku masih ingusan Dia pekerja, aku masih bermain Dia menafkahi keluarga, aku menghabiskan uang keluarga Dambatkan hatinya dengan orang yang benar-benar mampu membantunya Kalau memang diri ini, jadikanlah diri ini mampu Aku tidak bisa jawab apa-apa, kalau memang dia kecuali iya Terimakasih ya Allah Amin…

No comments:

Post a Comment

Ambarukmo plaza vs pasar tradisional