Saturday, September 22, 2012

Berahir dalam ranjang

Sepanjang malam ini aku bersama nyamuk-nyamuk. Dia mulai menggigit, ku lihat dia sangat ingin sekali sedikit darah dari tubuhku. Lalu seolah ku bertanya dia " mengapa kamu menggit?, bukankah aku tidak mengigitmu" " aku hanya ingin mempertahankan keturunanku" jawab dia dalam lamunanku. Aku paham bahwa nyamuk ketika dia mendapatkan darah kemudian bertelor mati. Lalu ku lihat disampingnya terdapat cicak dia melahap beberapa ekor nyamuk. Dia menatapku dan pandanganku mengarah padanya "Apa yang kau lihat?" tanya dia dengan nada sinis. Tubuhnya yang transparan itu terlihat gendut terus bernapas yang terlihat dengan jelasorgan-organ yang ada di dalamnya. "Apakah kau tidak kesulitan menangkap nyamuk yang mempunyai sayap, sendagkan kamu tidak?" dia menjawab "selama ini tidak ada yang sulit, buktinya aku masih hidup, bahkan kebutuhanku cukup". Dia terus konsentrasi sambil menjulur2kan lidahnya. Di komputer yang baru dibuka terlihat foto melas. Nyamuk-nyamuk secara bergantian mengeroyokku, dan aku biarkan saja mereka seperti itu, memang itu yang bisa mereka lakukan. Begitu pula cicak didinding itu tidak malu atau pun takut dia tetap saja bergerilya mencari nyamuk. Angan-angnku berkeliling dan mngikuti sanubariku. "Aku punya otak, mengapa tidak berpikir tuntas? mengapa Tuhan yang menjadi sasaran? seolah memang engkau sudah berusaha untuk mendapatkan nya, seolah engkau berpikir bahwa gara-gara Tuhan engkau dikamar seharian, seolah gara-gara nasib engkau tidak bisa mencari makan, seolah gara-gara taqdir sehingga hutang itu tidak akan terbayar" pertanyaan ini muncul dengan segera seolah semua snap dalam syaraf otakku telah terhubung semua dengan cepat ku sadari, ini bukan salah Tuhan. Tapi salah diriku sendiri mengapa tidak berusaha, tidak ada kesungguan untuk merubah keadaan. Seakan kesadaran itu menyeruap dan merasuki tubuhku untuk bergerak, bukan lagi menyalah-nyalahkan. yang terpenting sekarang biarlah nyamuk itu bisa mempertahankan keturunannya lewat sumbangan darah ku, biar semakin banyak nyamuk, artinya semakin banyak pula makanan cicak, kasihan cicak. Ya Allah yang maha pengasih bukan aku menyalahkan mu, bukan pula aku menyalahkan diriku yang telah engkau ciptakan sempurna. bayak sekali kesalah diri ini dalam berpikir, bertindak, dan berucap. Bahkan yang jelas-jelas salah itu terus ku lakukan. selalu sedih menghampiri ingin sekali diri iini mengakhiri kesalahan ini, buatlah diri ini sadar tentang apa yang dalam hati, mudahkanlah diri ini yang menginginkan ridho mu. Bismika Allahumma ahya wa bismika amut....

No comments:

Post a Comment

Ambarukmo plaza vs pasar tradisional