Friday, June 28, 2013

Igau Sang Uban


Hari ini aku liburan di rumah saja. Aku tidak kemana-mana. Hari ini aku sedih karena ibuku barusan sakit. Kakinya terkilir sehingga lutut tak dapat dibengkokkan. Di samping rumah ku ada rumah nenek yang juga sakit. Nenekku sudah sakit setahun yang lalu. Dia tak bisa berjalan. Nenek tinggal bersama paman yang merupakan saudara ibukku yang paling muda. Nenek dirawat anak-anaknya dengan bergantiaan termasuk ibukku. Meraka menjadwal sendiri dan istiqomah. Ada yang membantu mencuci pakeannya. Ada yang membantu membuatkan dan menyuapi makanan. Ada pula yang menemani ketika tidur. Membersihkan buang air besarnya. Membersihkan tempat tidurnya.
Di lorong gelap penghubung antara jurang surga dan neraka. Lorong rendah yang lama kelamaan mendaki. Seorang wanita setengah tua menggendong anak yang lucu dan manis. Pendiam dan tak banyak gerak. Sepi terasa meski hari terang tetapi kegelapan lorong itu meneror wanita setengah tua. Ketika langkah pertama wanita itu dipanjatkan. Bunyi kluk pada kakinya terasa agak nyaring. Sejak itulah wanita setengah tua itu tidak bisa membengkokkan sendi lututnya. Lorong itu lorong penghubung rumahku dan rumah nenek. Anak yang digendong ibuku itu adalah anaknya bibik yang tinggal bersama nenek dititpkan ke ibukku. Sedangkan ibunya sendiri menghadiri acara pernikahan tetangga.
Sejak kejadian itu kini ibukku tak bisa berjalan sempurna. Seolah dia bermain enggrang yang tak bisa ditekuk. Sayangnya enggrang itu dipasang di pinggulnya bukan di betisnya. Sudah dua kali aku mengantar ibukku ke dukun urut. Tetapi hasilnya nihil tanpa hasil. Aku juga sudah ke dokter, kata dokter bahwa urat orang tuaku sudah lemah. Aku menyadari dengan umur 54 tahun pasti  sudah tua. Suntik ditusuk dan obat disodorkan dengan tulisan 2 x 1.

Wanita tua dengan uban disekujur rambutnya. Wanita ini kadang bercerita yang tidak masuk di akal. Aku sebenarnya malas mendengar ceritanya. Aku sempatkan untuk mendengar meski tidak kumasukkan dalam telinga. Wanita tua ini adalah nenekku. Nenek yang sekian lama sudah memberi tahu tentang makna hidup. Nenek yang menyangi cucunya terutama aku.
Liburan ini meski aku tak ada agenda. Tetapi agenda seakan datang secara sendirinya. Aku yang mengantar ibuku bolak balik untuk berobat. Memang dompet lagi tipis tetapi rasanya masih cukup untuk biaya berobat itu. Aku senang karena aku bisa mengantar beliau. Mumpung beliau masih ada. Aku ingin sekali membahagiakan beliau.
Wanita tua itu mengintip dibalik pintu yang terbuka. Dengan pakean compang camping tidak dikancingkan. Sewek yang dipakai tak ditata selayaknya. Kerudng yang disampirkan di pundaknya. Aku melihatnya ketika ku sampai mengantar ibuku berobat. Dia juga melihatku seolah ingin berkunjung melihat keadaan anaknya yang sekarang lagi sakit.
Setelah ibukku sampai di tempat duduk empuk berwarna hijau. Aku keluar menuju rumah nenekku. Kemudian dia bertanya kepadaku. “Her makmu gak opo-opo?” (“her “nama panggilannku. Ibumu tidak apa-apa) ku jawab dengan sedikit rendah dan lembut “Mboeten nopo-nopo mbok” (tidak apa-apa nek). Kata nenekku lagi, bahwa dia ingin ke rumahku melihat ibukku. Bisa nek ya. dengan sedikit tenaga, ku bopong ke rumahku. Sesampai di rumah nampak banyak sekali cerita dari nenekku kepada ibuku.
Kini ibuku masuk ke dalam ruangan untuk mengambil barang-barang yang ingin dimasaknya. Meski ibuku sakit  tetapi beliau aktif membersihkan lantai dan mau memasak untuk keluarga. Tinggallah aku dan nenekku. Dia mulai bercerita tentang kejadian yang menurtku tidak masuk akal.
Kata nenekku, dia baru saja mengunjungi rumah keponakannya yang sangat jauh sebanyak tiga kali. Diasana dia disambut bangga. Mereka kagum dengan dia. Bagaimana bisa dia dengan kondisi tidak bisa berjalan tetapi mampir ke sana tiga kali, katanya. Katanya lagi, lho kok lantaimu putih sejak kapan rumahmu dilantai putih. Padahal lantai ku sudah diubin hampir 12 tahun.  Katanya lagi, dia juga sering berkunjung ke rumah mbakku yang letaknya juga jauh dari rumah. Dia juga bercerita  tentang sakitnya. Banyak sekali ceritanya. Akupun tidak mempercayainya. Aku hanya menangguk sambil mengetik cerita ini. Aku bukan tidak menghiraukannya, karena sesekali saya juga bertanya” Mimpi kali nek ya?
Ketika aku menanggapi dengan kata mimpi ya? Beliau membentak saya dan mengatakan itu bukan mimpi tetapi kenyataan. Aku masih tetap tidak percaya. Ku tanya kembali, kalau kerumah mbak jalan atau merangkak. Dia tidak bisa menjawab salah satunya. Dia hanya menjawab ya ndak tahu tetapi saya sungguh sering berkunjung ke rumah embakmu. Ok-ok... Saya percaya sekarang dalam hati bahwa dia bermimpi.
Aku kini sadar bahwa ketika orang tua yang sudah udur itu akan sulit membedakan antara kenyataan dan impian. Mereka ingin sekali berjalan. Ingin sekali berkunjung  ke rumah tetangga dan saudara. Sehingga keinginannya itu sampai terbawa sampai mimpi. Apalagi memori otak sudah tidak dapat dikontrol. Menjadikan kejadian dalam mimpi diangkat dalam dunia asli. Dia tidak sadar yang diceritakan adalah mimpi dan yang nyata ternyata adalah mimpi. Bahkan bisa jadi antara kejadian nyata dan mimpi tiada beda.
Makanya ingat pesen Nabi “gunakan usia mudahmu sebelum datang usia tuamu”. 

Tuesday, June 25, 2013

Maumu itu apa?

Dasar memang otak manusia diberi ini minta itu ketika diberi itu, ini akan diminta. Ada pepatah mengatakan "Seisi dunia kalau dimasukkan keinginanmu, akan tetap kurang. Entah mengapa, apa memang sifat asli manusia atau karena tidak alami tapi terajari.

Aku sendiri seperti itu. Aku punya gebetan. Ketika gebetan ku lihat mengapa ada yang kurang? kurang cantik, kurang tinggi, kurang mancung dan seterusnya. Ketiak aku sudah punya sepeda motor, aku ingin mobil. Ketika saya sudah di bumi, aku ingin pergi ke bulan. Entah kenapa?

Saya ingin sekali merasa cukup. Tetapi secara alamiah aku tidak bisa. cukupku hanya pemaksaan hati. Nah inilah yang disebut Qonaah. Rasa cukup apa yang telah diberikan Allah SWT.

Qonaah penting karena dengan mempunyai sifcat qonaah akan menimbulkan rasa syukur. Sifat qonaah memang tidak bisa muncucl secara tiba-tiba di dalam hati. Sifat ini tentu harus dilatihkan. Awalnya memang sifat ini akan selalu muncul. Selalu kurang-kurang dan kurang. Tetapi dengan memaksaan hati bahwa inilah yang telah dire=izkikan Allah kepadaku. Ini harus aku syukuri.

Tidak munafik memang bahwa kita punya sifat ingin atau menginginkan sesuatu. Karena sifat inilah yang akan membuat manusia ingin berusaha lebih baik. rasa ini tidak sepenhmya salah. Memang akan membuat manusia ge;lisah dan tidak bersyukur, tapi ketika kontrol dari rasa memiliki sesutau. Maka Ada hadist yang mengatakan : Lihatlah ke atas jika itu merupakan keilmuan dan kemajuan. Lihatlah ke bawah jika itu adalah harta dan kedudukan.

Qonaah sangat perlu untuk mengatasi kecintaan akan kedunyaan. Perburuan di dunia ini bukan hanya kehidupan di dunia. Akhirat lebih utama. Qonaah akan menjebatani manusia untuk tidak terlalu mencintai keduniaan.

Qonaah mari kita punya sifat qonaah....

Saturday, June 8, 2013

Tugas Seorang Guru

Alunan murotal bergema di telinga Ust. Nu’man. Gelombang yang merambat melaui udara itu dipantulkan melalui dinding-dinding telinganya. Gelombang longitudinal itu seakan telah beresonansi dengan hatinya. Energi bunyi itu telah dikonversi ke dalam energi listrik dan merambat melalui otak dengan neuron yang kecepatannya setara dengan cahaya. Sejenak kelopak mata melirik ayat-ayat dalam laptop yang menayangkan ke ajaiaban alam dan teksnya. Sesekali Bibirnya berkecap-kecap menirukan ayat-ayat itu. Sekali-kali ia minimize dan melanjutkan menulis soal yang akan diujikan minggu depan kepada siswanya.

ß`»oH÷q§9$# ÇÊÈ   zN¯=tæ tb#uäöà)ø9$# ÇËÈ   šYn=y{ z`»|¡SM}$# ÇÌÈ   çmyJ¯=tã tb$ut6ø9$# ÇÍÈ   ß§ôJ¤±9$# ãyJs)ø9$#ur 5b$t7ó¡çt¿2 ÇÎÈ   الخ
1. (tuhan) yang Maha pemurah, 2.yang telah mengajarkan Al Quran.3. Dia menciptakan manusia.4. mengajarnya pandai berbicara. 5. matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan…

Muhammad Nu’man atau Ust. Nu’man murid-murid memanggilnya. Dia adalah seorang guru fisika di Madrasah Tsanawiya (Sederajad dengan SMP). Di daerah Gresik. Dia baru saja lulus S2 pendidikan Sains Universitas Negeri di Surabaya. Dia memang telah lama mengajar di sekolah ini. Sekolah yang pernah membesarkannya. Sekolah ini adalah sekolah asalnya dulu. Dia ingin menjadi dosen. Bulan Januari memang bukan bulan penerimaan dosen baru. Sehingga yang dia lakukan hanya mengajar tiga hari. Hari Sabtu, Minggu, dan Senin. Sedangkan libur bukan hari Minggu tetapi hari Jumat. Setelah itu dia banyak menulis dan hanya mondar mandir di Gresik Surabaya untuk mengisi waktu . Sementara di Surabaya dia memberikan privat fisika.

Pagi yang sejuk. Memang tidak sesejuk ketika di pegunugan. Tetapi  Termometer alkohol berwarna merah  yang tergantung di dinding dekat mejanya menunjukkan angka 250C. Embun-embun pagi itu sangat kelihatan. Daun hijau nampak segar sepeti baru saja mandi. Gaya kohesi dan adesi pada air dan daun nampak indah. Meniskus cembung air menempel dedaunan di taman sekolah. Memang perubahan wujud dari gas menjadi cair itu membuat jendela kantor guru menjadi basah.

Pukul 06.00 WIB Ust. Nu’man telah sampai di kantor sekolah. Dengan sepeda buntut merek Supra x tahun 2002. Dia memarkir sepeda buntut dengan suara yang sudah tidak karuan frekuensinya. Tidak ada seorangpun guru yang datang. Nampak sepi, hanya beberapa kicauan burung-burung geraja kecil diantara didin-dinding sekolah. Memasuki kantor guru yang seakan ruangan kena gempa 6,8 skala rikter. Berantakan tak karuan. Tumpukan buku-buku dan kertas-kertas yang tak berdaya ditindih oleh beratnya buku-buku paket sekitar 6 N.

Meski demikian,  dia tetap harus beres-beres mejanya dan menyapu beberapa lantai persegi yang tebuat dari porselen yang juga tidak begitu kinclong seperti cermin gelap yang akan memantulkan pemantulan difus. Seperti biasa dia menyiapkan semua peralatan untuk mengajar. Kebetulan hari ini dia mengajarkan Materi Hukum Newton. Mulai dari Neraca Pegas, beban, neraca Ohouse serta Lembar Kerja Siswa (LKS) tidak ketinggalan PPT dan animasi film sudah berada pada file Laptopnya. Dia orangnya disiplin. Dia mengusahakan mengajar sesuai dengan skenario. Akibat kedisiplinan dan cara mengajar yang seolah menjadi teman yang mengasikkan bagi siswa membuat banyak siswa cewek dan cowok yang deket dengan Ust. Nu’man.

(06.30 WIB) Tet..tet… Jam pelajaran pertama dimualai. Bunyi bel elektronik itu otomatis layaknya stasion kereta api. Siswa Aliah berpakaian putih yang duduk-duduk sekarang bertaburan lari masuk kelas. Pemandangan ini seperti kumpulan burung dara bertaburan ketika ada orang yang lewat dan memasuki kadang. Pak Nu’man pun akhirnya bergegas menuju kelas VIII B. Di tengah perjalanan ada seorang siswa perempuan yang menghadang dan berkata kepadanya.  

“Ust. Boleh saya bilang sesuatu?”
 “Boleh” kata Ust. Nu’man.
“Aku suka Ust.” Bilang siswi yang di kerudungnya ada namanya (Nabila Ayu) tanpa malu-malu. Dia adalah seorang cewek centil, suka menggoda. Termasuk kepada guru-guru muda.
Sontak kata-kata itu mengagetkan Ust. Nu’man “Nabila kamu masih kelas VIII, tugas kamu sekarang belajar. Bukan saya menolak, kamu cantik. Tetapi kamu masih murid saya. Kamu juga masih terlalu kecil bagi saya.  Selama kamu masih siswa, kamu dan saya adalah siswa dan guru. Nabila, Belajar yang rajin ya!” Nasihat Ust. Nu’man.
“Iya, Ust.” Bilang Nabila dengan nada kecewa.
Di kelas dengan cat Hijau, papan hitam dan putih menggambarkan perbedaan. Siswa-siswa namak duduk rapi berjajar seperti barisan tentara. Sesekali ada yang batuk. Ada juga yang berbisik-bisik dengan teman sebangkunya. Kemudian Ust. Nu’man mengucapkan salam.

Assalamu’alaikum. Anak-anak mari kita berdo’a sebelum memulai pelajaran.” Ajak ustad Nu’man kepada Anak-anak.
Dia menerangkan Tetang Hukum II Newton yang syarat dengan agama.

Anak-anak sekalian yang dicintai Allah. Bagimana bisa sebuah truk besar bermuatan syarat akan dapat dipercepat? Begitu juga manusia, bagaimana bisa manusia banyak dosa akan dapat hidup dalam kemajuan yang dipercepat oleh Allah?Misal ada dua benda diberi gaya yang sama tetapi yang satu massanya besar dan yang satu massanya kecil maka tentu benda yang bermassa kecillah yang akan mengalami percepatan yang besar. Begitu juga manusia jika ingin dipercepat hidupnya sedikitkan dosa dengan cara sering-sering ber istihgfar.

Media yang dibawakan juga tidak kalah menarik dengan ilustrasi di atas. Terutama ketika mempertunukkan tentang film gaya gravitasi Newton. Sir Isac Newton adalah Ilmuan cerdas. Dia bukan dari orang Muslim. Ilmunya membuat kita belajar. Jangan salah kalau Sir Isac Newton dapat hidayah pasti dia masuk Islam, akan tetapi itu belum terjadi padanya. Saya yakin diantara kalaian pasti nanti ada yang menjadi Ilmuan yang akan membuat banyak manfaat untuk Umat Manusia.

 Begitulah Ust. Nu’man mengajarkan tentang ilmu alam dan Agama. Ilmu agama dan Ilmu pengetahuan dua sejoli yang sedang bermesraan dan berhubungan intim. Mereka sebenarnya adalah satu yang dijadikan dua oleh manusia. Mereka saling mendukung karena Allahlah yang menciptakan Alam. Dan Alam adalah bukti kebesaran Allah.

Kelas demi kelas telah dia singgai. Mengamalkan ilmu sungguh mulia, apalagi ilmu agama. Kalau ilmu hanya untuk kepentingan dunia bisa, kalau ilmu hanya untuk kepentingan  akhirat bisa. Kalau ilmu digunakan untuk kepentingan dunia dan akirat, juga bisa. Lalu mengapa tidak yang terahir saja?.

Tet…tet … Waktunya istirahat. Kaca yang basah telah kering, hawa panas membakar ruangan. Gelas air cukup ditaruh di bawah pancoran berwarna biru. Segera setelah ditekan pancoran itu air dingin keluar. Despenser mengingatkan pada Ust. Nu’man tentang kejadian ketika di Lab. Fisika. Yaitu Termostat yang tersentuh oleh teman. Karena alat ini lah pengatur suhu dalam dispenser. Alat ini adalah alat yang dapat mengatur suhu, bila air sangat panas, maka thermostat akan mati, tetapi jika suhu air dingin akan menyala.

Segarnya air memang tidak hany tergantung pada dinginnya air tersebut, tetapi karena hauslah yang membuat air itu Nampak segar. Sambil menikmati air tesebut, dating teman guru yang bernama Ustz. Istiqomah menghamiri. Ustadzh Istiqomah kemudian mengaja ngobrol tentang pengalamannya ketika S2. Ustz. Istiqomah lebih tua satu tahun dengan Ust. Nu’man.

“Ustaz. Kapan menikah?” Tanya Ustz. Iis.
“Belum ada clon Ustz. Apakah Ustzh. Punyya calon?” balik bertanya Ust. Nukman
“Nanti ya, saya carikan” Saut Ustz. Iis. Ustz. Iis sudah mempunayi suami, tetapi suaminya merantau di pulau Irian Jaya.
Ote-ote memang enak. Masakan desa ini membuat Ust. Nu’man harus mengambil lagi dari meja depan yang disediakan untuk guru yang telah selesai mengajar. Dan hanya disuguhkan pada waktu istirahat.

Tet… Tet… jam ke lima dimulai.  Begitu lagi-lagi bel sekolah berbunyi. Guru-gurupun segera melaksanakan tugasnya.  

Bersambung

Thursday, June 6, 2013

Meminang jilid II

Tahu apa yang kurisaukan saat ini? tentu kamu tidak bisa menebaknya. Kuberitahu saja; bahwa yang kuriasaukan adalah tanggung jawabku nanti setelah aku menikah. Bagaimana tidak aku yang tidak berpenghasilan pasti, yang pasti hanya uang 300 ribu dari uang ngajar. Sementara itu uang hasil dari les mungkin satu juta, dua juta bahkan tidak ada seperti sekarang ini (hari2 liburan gak ada les). Bagaimana aku nanti dapat menghidupi keluargaku. Belum lagi hutang seambreg yang akan kuterima jika aku menikah untuk saat ini. 

Tiga minggu lalu aku baru saja mengkhitbah seorang perempuan yang menurut saya dia sholehah. Kenapa demikian? karena dia lulusan pondok. Selama hidupnya hampir semuanya di pondok. mungkin yang tidak di pondok cuma 10 tahun. Ketika dia lulus dari Madrasah Ibtida'iyah dia kemudian hidup di pondok pesantren hingga sekarang. dalam khitbah itu ada dua opsi yang ditawarkan clon mertua. Opsi yang pertama 1. Menikah di bulan ruwah, atau 2. Bulan Besar tapi Ruwah harus bermalam di rumahnya yang akan dihuni. Bilang juru bicara calon mertuaku. Aku sebenarnya gak senang dengan hitungan-hitungan jawa. Tetapi apa boleh buat  orang punya anggapan masing-masing. Hari hitbah ini tidak memutuskan apa-apa.
Aku kadang ragu dengan kondisiku saat ini. Apakah aku bisa mengimbanginya dalam urusan agama? Apakah aku bisa menjadi pemimpin untuknya? pertanyaan-pertanyaan itu sempat berkibar-kibar di pikiran kepala ini. Tetapi yang membuatku tidak berjalan mesin logika ini adalah bagaimana aku bia menghidupinya nanti? Ah sudahlah, inikan namanya hidup ya dijalani saja. Meski demikian masih saja hantu gentayangan berupa ketakutan itu lagi-lagi menakuti di siang bolong ini.

Dua hari setelah menghitbah ada sms datang dari calon masku Adim namanya. "Nasih keluarga dek Khumairo nanti akan membalas lamran dek Nasih hari Minggu tanggla 19 Mei 2013" melihat SMS itu dari handphone berlaar kecil itu membuat  hati ini bertambah berdetak dengan pikiran-pikiran yang aneh-aneh. kehawatiran-kehawatiran semakin memuncak. Iya nama calonku adalah  Khumairo fil Nannah, saya sendiri M. Nasih. Aku kenal ia dari teman yang sengaja menjodohkanku dengannya.

Empat hari sebelum tanggal 19 Mei 2013 tepatnya hari  Rabu tanggal 14, ada SMS lagi yang ke dua sama dari mas Adim  "Nasih keluarga dek Umi tidak jadi, kerumah tanggla 19 Mei besok, mungkin tanggal 2 Juni" melihat SMS tersebut, aku langsung menelpon mas Adim. "Cak kenapa kok tidak jadi?" tanyaku dengan nada mengkonfirmasi. Mas Adim menjawab "Ibuknya dek Khumairo sakit, habis jatuh dari tangga". Akupun segara ingin tahu bagimana keadaannya. tetapi mas Adim bilang ibu tidak apa-apa.

Dek Khumairo sebenarnya punya handphone tetapi jarang sekali dia membalas SMSku. Dia baru saja dibelikan HP oleh cak Adim. Mungkin dia tidak bisa menggunakannya atau apa. yang jelas aku hany berhubungann dengan cak Adim. Aku tidak tahu harus bagaimana hubungan ini. Apakah hubngan ini seperti menikahi orang dalam karung. Aku hanya tahu dari orang lain, tetapi aku sendiri tidak tahu sikap dan kepribadiannya. Semoga niatku yang ingin menikahinya karena dia hafal Al Qur'an memudahkanku memantapkan hati.

Aku coba SMS ke calonku Khumairo " Assalamu'alaikum, dek ibu gak apa-apa?" beberapa kali saya kirim tetapi gak ada balasan. Dalam otakku cuma berpikir bahwa dia tidak bisa menggunakan HP itu. Ku coba SMS dengan kata-kata lain "Dek, ku kesana ya?". Seketika itu juga ada balasan "gak usah". Kemudian ada telpon ke HPku, "Nak Nasih gak usah ke rumah, Ibu tadak apa-apa... tut..tutt.t..
Sambungan tertutup. Akupun tidak jadi ke rumah nya.

Hari-hari berlalu dengan dingin. Dingin bukan karena guyuran embun pagi yang dingin. tetapi SMS yang ku kirim tak lagi berbuah. Entah apa yang harus ku lakukan. Aku hanya berusaha ntuk menyakinkan hati. dan berdoa " ya Allah kalau dia jodohku nikahkan aku dengan nya, jika tidak segerakan ada udur yang membatalkan pernikahan ini.

Aku berpikir tentang pilihan Ruwah atau Besar. mengapa harus ditunda besar kalau ada Ruawah? Pikirku bahwa memang ruwah adalah pilihan terbaik. Tetapi Ruwah tinggal dua bulan. Datang Embakku, "kamu punya simpanan berapa?" Akupun tidak menjawap pertanyaan berikut, karena pertanyaan itu adalah pertanyaan yang menskak mat ku. Lidahku sama sekali tidak berkutik dengan pertanyaan tersebut. Dia bertanya lagi "Apakah kamu siap hutang, sementara kamu belum kerja?".Pertanyaan bertubi-tubi menghantamku sehinggga ku KO. Setelahn hantaman itu aku tidak lagi berani memikirkan untuk menikah di Bulan Ruawah. Aku harus mempertanahkan bulan Besar.

Sekarang Tanggal 2 Juni 2013, tepat hari Minggu. Keluarga khumairo datang ke rumahku. Persiapan menyambut tamu sudah dari dua hari yang lalu. berjajar makanan dan minuman disediakan. dengan tikar seadanya. Ruang tamu berbentuk persegi yang ukurannnya 4 x 6 m itu siap untuk menyambut tamu. Aku mondar-mandir dari sana-sini mengurusi urausan hantar-menghanta. Sementara itu ada telpon masuk " Nasih aku lupa jalan masuk desamu, bisa tidak aku dijemput di depan SMAN 1?"   "Iya cak". Akupun bergegas mengendari motor dengan jalan yang becek kuterjang tak perduli lumpur dan kotoran disetiap jalan. Aku melihat mobil EL 300 di depan SMA sopir memberi tanda bahwa aku disirih ke depan memandu rombongan.

Akhirnya rombingan tiba di rumah kecilku. Ketika salah seorang pimpinan rombongan menginjakkankai. ada pemandangan yang aneh. Mereka berbelok ke utara rumah lain dan berkerumun disana. Aku sendiri heran, apa yang terjadi?.
Setelah itu mereka kembali menuju rumahku. Kemudian toko agama yang sekaligus modin memberikan sambutan kepada rombongan tentang ucapan ma'af dengan suguhan seadanya, fasilitas seadanya, dan kondisi serba seadanya. terimakasih pun tidak lupa diucapkan pak mudin. Seakarang tiba giliran rombongan clon orang tuaku. Dia membalas terimaksih dan ma'af bila merepotkan. Dan memberi tahu bahwa kejadian tadi terjadi karena keluarga ada meninggal. jadi rombongan tidak bisa berlama-lama. kemudian diambilah keputusan untu mengambil sikap. Pertama dari mudin desa ku bertanya "apakah dari pihak situ sudah memiliki tanggal?" juru bicara rombongan berbalik melontarkan "Tanggal kami serahkan kepada laki-laki". pak mudinpun menghadap ke saya. dan bertanya kapan? Dari beberapa pertimbangan akhirnya kuputuskan besar. Akhirnya dihitung oleh pihak sana bahwa yang baik adalah besar itu tanggal 24 Oktober 2013.

Putusan harus dilaksanakan kecuali Allah tidak mengizinkan. Semoga Allah memberi kelancaran sega la rencana dan mempermudah jalan untuk menjalankan sunnah rasul-Nya. Aminnnn

  



Ambarukmo plaza vs pasar tradisional